peternakan

Pemkab Purworejo Alokasikan Bantuan Kambing Kaligesing 2026, Dorong Peningkatan Populasi dan Kesejahteraan Peternak

20
×

Pemkab Purworejo Alokasikan Bantuan Kambing Kaligesing 2026, Dorong Peningkatan Populasi dan Kesejahteraan Peternak

Sebarkan artikel ini
Hanjar Prihatno
Hanjar Prihatno

PIRWOEEJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus berupaya menjaga eksistensi kambing Kaligesing sebagai komoditas unggulan daerah.

Pada tahun 2026, Pemkab mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk pengadaan ternak kambing Kaligesing yang akan disalurkan kepada 29 kelompok tani ternak di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo.

Tim pelaksana kegiatan peningkatan kualitas sumber daya genetik (SDG) hewan dan tanaman DKPP Purworejo, Hanjar Prihatno, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat posisi Purworejo sebagai wilayah sumber bibit kambing Kaligesing yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian sejak tahun 2017.

Melalui bantuan hibah ini, kami ingin memotivasi peternak agar lebih semangat dalam beternak, sekaligus mendorong pemerataan, termasuk bagi masyarakat yang sebelumnya belum beternak,” ujarnya, pada Rabu (6/5/2026).

Setiap kelompok penerima bantuan akan mendapatkan paket ternak berupa 10 ekor kambing betina dan 1 ekor kambing jantan.

Bantuan ini bersifat stimulan, sehingga tidak ditujukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan anggota kelompok, melainkan sebagai pemicu pengembangan usaha ternak secara berkelanjutan.

Hanjar menambahkan, sebelum penyaluran bantuan, DKPP telah melakukan sosialisasi dan pembekalan kepada calon penerima hibah. Hal ini penting agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada tahap serah terima, tetapi benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan program.

Semua kelompok yang menerima bantuan telah melalui proses seleksi dan evaluasi proposal. Kami pastikan mereka memenuhi persyaratan agar program ini tepat sasaran,” jelasnya.

Saat ini, populasi kambing di Kabupaten Purworejo tercatat sekitar 31 ribu ekor. Namun, dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan populasi, antara lain akibat meningkatnya permintaan pasar serta dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat melanda pascapandemi Covid-19.

Di sisi lain, permintaan kambing Kaligesing terus meningkat, baik untuk kebutuhan bibit maupun pasar luar daerah. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri jika tidak diimbangi dengan peningkatan produksi.

Kambing Kaligesing memiliki fungsi dwiguna, yakni sebagai penghasil susu dan daging. Untuk kebutuhan kurban, biasanya berasal dari ternak jantan afkir, sehingga tidak terlalu memengaruhi populasi bibit,” tambah Hanjar.

Ia juga menyoroti peluang pasar yang semakin terbuka luas, terutama dengan berkembangnya pemasaran secara digital. Kambing Kaligesing dari Purworejo kini semakin dikenal dan menjadi rujukan daerah lain.

Selain Kecamatan Kaligesing sebagai sentra utama, pengembangan kambing ini juga telah meluas ke sejumlah wilayah penyangga seperti Kecamatan Loano, Bener, Bruno, Pituruh, hingga Bagelen yang memiliki kondisi geografis serupa.

Melalui program bantuan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan populasi kambing Kaligesing secara bertahap, menguatkan kelembagaan kelompok tani ternak, serta memberikan dampak ekonomi bagi para peternak.

Harapannya, kelompok tani semakin aktif, populasi meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan peternak juga ikut terangkat,” pungkasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.