PURWOREJO, purworejo24.com – Ketua DPC PDIP Kabupaten Purworejo, yang juga sebagai ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, resmi mendaftar sebagai bakal calon Bupati Purworejo pada Pilkada serentak di tahun 2024 ini melalui partainya.
Dion Agasi Setiabudi atau yang akrab disapa mas Dion mengembalikan formulir pendaftaran di kantor DPC PDIP Kabupaten Purworejo, yang berlokasi di Jalan Letjen Soeprapto No 98 Purworejo, di hari terakhir pendaftaran yaitu pada Kamis (30/5/2024).
Ditemani sejumlah pengurus DPC dan sejumlah anggota DPRD dari Fraksi PDIP, Dion menyerahkan formulir pendaftaran sebagai bakal calon bupati kepada Desk Pilkada PDIP yang telah menanti dilokasi pendaftaran.
“Saya dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, secara resmi mengembalikan formulir untuk mendaftar sebagai bakal calon bupati Kabupaten Purworejo, karena nanti untuk calon bupati kita semua akan tegak lurus masih nenunggu rekom dari bu ketua umum,” kata Dion Agasi Setiabudi, saat ditemui usai menyerahkan formulir pendaftaran, dikantor DPC PDIP Kabupaten Purworejo.
Dion mengembalikan formulir dihari terakhir pendaftaran dan setelah selesai mengikuti Rakornas PDIP. Hal itu dilakukan Dion, lantaran dirinya sebelumnya mengaku masih banyak kegiatan sehingga pengambilan formulir baru bisa dilakukan hari ini.
“Kemarin dalam pengembalian formulir saya diwakilkan dan hari ini untuk pengembalia, secara aturan memang harus dikembalikan secara pribadi, maka hari ini kami mengembalikan formulir, dan tentu kami mohon doanya supaya kedepan diberikan kelancaran,” lanjut Dion.
Dion mengaku, motivasi maju pada Pilkada Purworejo 2024 ini karena dirinya merasa lahir dan besar di Kabupaten Purworejo, serta menginginkan yang terbaik untuk kabupaten Purworejo. Dion juga beranggapan dengan 10 tahun pengabdian dirrinya di DPRD Kabupaten Purworejo, sudah bisa menjadi modal yang cukup baginya untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar, untuk meniatkan pengabdian yang lebih besar bagi kemanfaatan dan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Purworejo.
“Saya kira semua langkah itu kan pasti ada resikonya, dan resiko ini telah kita timbang, telah kita pikirkan secara matang, dan saya kira untuk sebuah pengabdian ini pasti membutuhkan pengorbanan. Bagi saya ini adalah sebuah pengorbanan dan bukan hal yang mudah, tetapi Insyaallah kalau ini kita niatkan untuk pengabdian bagi Kabupaten Purworejo, saya kira langkah ini tetap harus diperjuangkan. Karena seperti kata Sutan Sjahrir, bahwa hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan,” tegas Dion.
Diungkapkan, hasil Rakernas PDIP, terkait dengan Pilkada, dirinya diminta untuk berkomunikasi dengan partai seluas- luasnya atau ke semua partai politik. PDIP Purworejo sendiri telah mengajak beberapa partai untuk berkomunikasi, yang arahnya tidak lain adalah untuk membentuk koalisi di Pilkada ini.
“Ya nanti tinggal menunggu hasilnya, karena dari hasil komunikasi politik ini sudah kita laporkan dan akan terus kita laporkan kepada DPD maupun DPP, kemudian dari peta lapangan tentu nanti kami akan melakukan kajian, survai dan lainya, untuk menentukan langkah kedepan. Untuk koalisi saya kira peluangnya masih terbuka untuk semua partai, untuk komunikasi politik kita sudah berkomunikasi diantaranya dengan Golkar, PKB, dengan Nasdem, dan insyallah nanti tentu dengan semua partai akan kita ajak koalisi. Yang jelas tinggal nanti bagaimana hasilnya, langkah ini nanti akan ditimbang dan ditentukan oleh DPP partai dan saya kira semua partai semua mekanismenya juga sama, masih menunggu arahan maupun petunjuk keputusan dari pimpinan pusat masing – masing partai,” jelasnya.
Terkait wakil bupati yang nanti akan mendampinginya jika mendapat rekomendasi sebagai calon bupati, masih terbuka untui semua partai, terlebih bagi partai yang berkoalisi dengan PDIP nantinya.
“Untuk pandangan wakil tentu sudah ada, tapi kita tentu masih terbuka untuk semua, kita tunggu saja, rekomendasi itu kan turunnya satu paket pasangan calon, tidak satu persatu dan untuk koalisi tentu kita prioritaskan dari partai lain, karena di Kabupaten Purworejo ini kita butuh gotong royong, kita butuh kebersamaan, karena untuk kedepan bahwa membangun Kabupaten Purworejo ini tentu bukan hal yang enteng atau mudah dan ini dibutuhkan kerjasama dari semua pihak termasuk dari partai politik lain. Ini adalah sebuah ikhtiyar kita bersana, sebuah langkah perjuangan dan nanti keputusanya kita serahkan kepada DPP dan kepada sik gawe urip (Tuhan Yang Maha Esa),” terang Dion.
Sementara itu, Ketua Desk Pilkada untuk PDIP Purworejo, Tunaryo, mengatakan, pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Purworejo melalui PDIP di Purworejo telah dibuka sejak tanggal 25 Mei lalu, dan ditutup pada tanggal 30 Mei 2024 ini.
Semenjak dibuka pendaftaran terdapat 8 orang yang telah mengambil formulir pendaftaran, namun hingga sampai tanggal 30 Mei ini, baru dua orang yang mengembalikan formulir, yaitu Sigit Widodo Nugrohadi dan Dion Agasi Setiabudi.
“Kemarin juga ada yang mengambil tidak secara langsung tapi dia minta dikirim lewat Pdf juga ada, namun sampai hari ini baru dua yang mengembalikan, pak Sigit dan Mas Dion. Kalau dari kader PDIP kemarin yang mengambil formulir ada mas Dion dan pak Luhur,” ungkap Tunaryo.
Dikatakan, pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Purworejo melalui PDIP secara resmi akan ditutup pada hari ini, Kamis tanggal 30 Mei 2024 pukul 16 00 WIB.
“Bagi yang menyerahkan lebih dari jam 16.00 WIB tetep kita terima, tapi kita fiks menutup pendaftaran hingga sampai tanggal 30 Mei ini,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







