LOANO, purworejo24.com– Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) memberikan Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan 5 Desa Wisata Penyangga Borobudur Highland.
Hal ini dilakukan guna meningkatkan kapasitas para pelaku wisata di daerah Desa Wisata. Selain itu, pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kualitas UMKM di 5 daerah tersebut.
Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB, Bisma Jatmika menjelaskan, Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh pejabat Pemkab Purworejo seperti Kepala Dinas KUKMP Purworejo Hadi Pranoto dan Sekretaris Dinas Pariwisata Bangun Erlangga dan para pejabat lainnya.
“Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) berkolaborasi dengan PT. Jana Dharma Indonesia siap memberikan Fasilitasi Pengembangan Usaha dalam bidang Manajemen di Desa Penyangga Zona Otorita Borobudur,” kata Bisma usai kegiatan Senin (13/5/2024).
Bisma menambahkan, setiap destinasi wisata kini harus memiliki SOP yang jelas dalam mengantisipasi membludaknya wisatawan. Oleh sebab itu, BOB berkolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Jana Dharma Indonesia memberikan pelatihan kepada desa wisata penyangga Borobudur Highland.
“Kali ini yang mendapat pelatihan adalah Desa Djati, Desa Pekacangan, Desa Medono, Desa Cacaban Lor dan Desa Kalitapas,” kata Bisma
Dalam Pelatihan dan Pendampingan ini peserta mendapat bekal materi tentang Pengelolaan Desa Wisata Terintegrasi, Management Konflik dan Pengelolaan Masyarakat, serta penyusunan SOP Produk, penguatan pemasaran, penguatan SDM dan pengelolaan keuangan.
“Selama 3 tahun ke belakang, kita juga melakukan pembinaan kepada 11 desa penyangga lainnya,” katanya.
Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan dampak positif terhadap pelayanan prima yang bisa diberikan oleh pengelola desa wisata serta meningkatkan kompetensi Sumber Daya
Manusia (SDM).
“Program ini juga sebagai penguatan Sumber Daya Manusia yang terampil serta diversifikasi produk dan jasa di Kawasan Pariwisata Borobudur dan mendukung Program Pemerintah dalam Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kawasan Pariwisata Borobudur,” katanya.
Dalam kesempatan kali ini Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Florida Pardosi hadir secara daring memberikan motivasi sekaligus membuka secara resmi kegiatan Fasilitasi Pengembangan Usaha dalam bidang Manajemen di Desa Penyangga Zona Otorita Borobudur.
“Harapannya setelah mendapatkan Fasilitasi Pengembangan Usaha dalam bidang Manajemen, dapat meningkatkan kapasitas SDM Parekraf yang berdaya saing, penguatan manajemen rantai pasok serta peran aktif dimasa mendatang dalam pengembangan Zona Otorita Borobudur dan Kawasan Pariwisata Borobudur,” ujarnya.
Diketahui, BPOB telah melaksanakan beberapa kegiatan pelatihan dan pendampingan di 11 (sebelas) Desa Penyangga yang dimulai dari tahun 2018 hingga 2023.
Pada tahun 2024 ini terdapat 5 (lima) desa yang akan diselesaikan untuk mendapatkan Fasilitasi Pengembangan Usaha pada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang berada di Kecamatan Bener. (P24-bayu/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








