PURWOREJO, purworejo24.com — Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) menandai babak baru perjalanan pengelolaan kawasan pariwisata super prioritas dengan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-9.
Peringatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas komitmen lembaga dalam menyeimbangkan pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan Perbukitan Menoreh.
Selama hampir satu dekade, BPOB terus bertransformasi menjadi motor penggerak pengembangan kawasan Borobudur Highland.
Perayaan yang digelar di alam terbuka menjadi simbol kedekatan BPOB dengan dua elemen utama yang menjadi kekuatannya, yakni alam dan manusia.
Usia sembilan tahun dinilai sebagai fondasi penting untuk membangun masa depan pariwisata yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran dan mitra untuk meninjau kembali capaian yang telah diraih, sekaligus memperkuat langkah ke depan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan destinasi wisata tidak semata diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari dampak positif yang dirasakan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
“Ke depan, kita harus membangun ekosistem pariwisata yang lebih baik. Kolaborasi menjadi kunci utama agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak, baik masyarakat lokal maupun para pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Sejak berdiri, BPOB konsisten mengusung konsep sustainable tourism.
Pada momentum HUT ke-9 ini, komitmen tersebut diperluas dengan pendekatan regenerative tourism, yakni pariwisata yang tidak hanya menjaga, tetapi juga berperan aktif dalam memulihkan lingkungan dan memperkuat sosial budaya masyarakat setempat.
Keterlibatan masyarakat menjadi fokus utama dalam setiap program BPOB. Berbagai desa wisata, pelaku usaha kecil, hingga komunitas seni telah dirangkul untuk tumbuh bersama.
Semangat inklusivitas dan sinergi lintas sektor terus diperkuat guna menciptakan tata kelola pariwisata yang berdaya saing global, tanpa meninggalkan identitas lokal.
Direktur Pemasaran BPOB, Harfiansa Bimatara, menyampaikan bahwa peringatan ini juga menjadi bentuk syukur atas capaian strategis, terutama dalam pengembangan infrastruktur dan promosi kawasan.
Ia menilai kekompakan tim menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan industri pariwisata ke depan.
“Momentum ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus menghadirkan destinasi berkelas dunia yang menyehatkan, menenangkan, serta memberikan nilai tambah bagi kualitas hidup pengunjung,” katanya.
Melalui visi wellness tourism, BPOB optimistis kawasan Borobudur Highland akan berkembang menjadi destinasi unggulan kelas dunia yang mengedepankan ketenangan, keseimbangan, dan harmoni dengan alam.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, BPOB terus melangkah mantap untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata Indonesia. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








