KALIGESING, purworejo24.com – Mantan Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) periode 2014-2021, Drs. Dwi Wahyu Atmaji, MPA, yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Fungsional Ahli Utama di Badan Kepegawaian Negara (BKN), bersama keluarga menggelar kegiatan bakti sosial di desa kelahiran yakni di Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Senin (25/12/2023).
Bakti sosial diisi dengan sejumlah kegiatan, diantaranya santunan kepada anak yatim, Bazar UMKM Desa Kaligono, penjualan baju murah dan penjualan sembako murah dengan kupon untuk warga di Desa Kaligono.
Kegiatan bakti sosial menjadi semarak dengan dilaksanakanya senam bersama dan menjadi meriah dengan penampilan atraksi Drumband dari SD Negeri Kaligesing, Dongeng Anak oleh Kak Awi dan hiburan organ tunggal.
Suasana kegiatan bakti sosial juga menjadi bersemangat dengan adanya pembagian doorprice menarik kepada warga yang hadir.
Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Desa Kaligono, beserta perangkat, tokoh masyarakat, alumni Muda Ganesha SMA Negeri 1 Purworejo, Diaspora, sejumlah guru SD Negeri Kaligesing, tim penggerak PKK Kaligono, komunitas rias Harpi Melati, warga Desa Kaligono dan segenap tamu undangan.
“Hari ini kami sekeluarga mengadakan bakti sosial pembagian sembako murah, ada penjualan pakaian murah, yang semua hasilnya akan menjadi kas PKK Desa Kaligono, kemudian kami juga menampilkan, mengenalkan beberapa produk- produk UMKM di Desa Kaligono, selain itu kami mengadakan kegiatan ini juga untuk memperkenalkan pembangunan kawasan wisata De Maji Ekopark yang sekarang sedang berlangsung,” ungkap Dwi Wahyu Atmaji, saat ditemui disela kegiatan.
Kawasan wisata De Maji Ekopark, lanjut Atmaji, nantinya akan dibangun berbagai fasilitas, diantaranya Masjid At Taqwa, aula pertemuan, kolam renang untuk anak- anak, playground untuk anak- anak, cafe, restauran dan fasilitas untuk outbond.
“Nah fasilitas ini mudah- mudahan, kami harapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Kaligono, dan ini juga dalam rangka mendukung prioritas pembangunan daerah Purworejo yaitu salah satunya adalah pariwisata, kami menyediakan fasilitas pariwisata. Jadi hari ini kami mengadakan kegiatan memperkenalkan kepada masyarakat adanya pembangunan kawasan De Maji Ekopark ini dan sekaligus untuk mendukung kegiatan pariwisata di Purworejo,” kata Atmaji.
Kawasan wisata De Maji Ekopark, nantinya akan dikelola oleh sebuah yayasan, yaitu yayasan Talang Taling Tinalang, sehingga kegiatan ekonomi akan ada dikawasan itu.
“Ini bukan semata untuk mencari keuntungan, tapi untuk pemberdayaan masyarakat dan kalau ada keuntungan untuk membiayai yayasan yang lain yang diharapkan bermanfaat untuk masyarakat, secara khusus untuk masyarakat Desa Kaligono sendiri, tapi kita harapkan juga bermanfaat untuk Purworejo secara keseluruhan,” jelasnya.
Disampaikan, pembangunan kawasan wisata De Maji Ekopark dilaksanakan secara bertahap, dan diharapkan saat Hari Raya Idul Fitri ditahun 2024 nanti, masjid dan aula yang sudah hampir selesai dibangun itu bisa beroperasi atau digunakan oleh warga.
“Selanjutnya yang lain akan menyusul dan selama tahun 2024 secara keseluruhan sudah bisa dinikmati masyarakat,” terangnya.
Atmaji melihat Kabupaten Purworejo sudah menunjukkan semangat motivasinya untuk meningkatkan kegiatan pariwisata, dan Desa Kaligono sendiri juga sudah sangat aktif untuk ikut memajukan kegiatan pariwisata, yakni dengan sudah memantabkan diri sebagai desa wisata, dengan adanya sejumlah obyek wisata di Desa Kaligono yang memanfaatkan keindahan alam, maupun kuliner.
“Kaligono sudah terkenal dengan duriannya, kambing etawanya, dan lain- lain sehingga ini saya harapkan bisa semakin maju dan kawasan De Maji Ekopark ini juga mendukung kearah pengembangan berbagai sektor, jadi nanti entah kulinernya, dan lain- lain nanti jadi satu paket wisata di Desa Kaligono,” ujarnya.
Dwi Wahyu Atmaji berharap kepariwisataan bisa berkembang di Desa Kaligono, masyarakat bisa semakin sadar wisata, semakin ramah menerima kunjungan tamu, sehingga masyarakat dari berbagai daerah tidak hanya dari Purworejo, datang ke Desa Kaligono untuk menikmati durian, dan keindahan alamnya.
“Kalau untuk penampilan Drumband dari SD Negeri Kaligesing, kebetulan saya merupakan alumni SD Negeri Kaligesing, dan kegiatan ini juga saya masukkan salah satunya sebagai partisipasi kami, sebagai salah satu alumni untuk ikut memeriahkan satu abad SD Negeri Kaligesing, dan kenapa tadi ada penampilan Drumband dari SD Negeri Kaligesing,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kaligono,
Kades Kaligono, Suroto, menyampaikan terima kasih kepada Dwi Wahyu Atmaji, yang sudah membantu mengembangkan pariwisata di Desa Kaligono.
Dengan pembangunan kawasan De Maji Ekopark, diharapkan bisa lebih memajukan pariwisata atau wisata di Desa Kaligono, karena nantinya Desa Kaligono akan memiliki tiga obyek wisata, yaitu kawasan wisata De Maji Ekopark, Curug Si Klothok dan Taman Sidandang.
“Dan ini diharapkan ini bisa menjadi satu paket wisata dan menjadi potensi wisata di Desa Kaligono,” harapnya.
Menurutnya, warga sangat senang dan bersemangat dengan adanya kawasan wisata De Maji Ekopark, karena bisa menjadi salah satu terobosan atau upaya untuk mengentaskan kemiskinan, dimana dengan wisata itu warga akan diberdayakan dan terlibat, sehingga tidak hanya menjadi penonton saja, tetapi ikut berpartisipasi dan mengembangkan, salah satunya jika nanti banyak pengunjung, maka mereka akan berjualan dan lain sebagainya.
“Harapan kedepan nanti saya mohon kepada seluruh warga masyarakat mari kita dukung kegiatan ini terutana wisata di Desa Kaligono, supaya Desa Kaligono terus maju dan maju, apalagi kita sudah tidak asing lagi dikenal diseluruh masyarakat bahkan di tingkat nasional, durian Kaligono Kaligesing ini sangat bisa dinikmati oleh seluruh warga masyarakat terutama pengunjung wisata Kaligono, terbukti dimusim durian ini di Desa Kaligono kalau kita hitung pengunjungnya tiap hari bahkan setiap hari Sabtu dan Minggu ini boleh dikatakan jalan propinsi ini padat, sehingga ini juga menjadi salah satu pemicu mudah- mudahan pemerintah propinsi terutama ini akan merasa terpanggil untuk segera melebarkan jalan, karena jalan Kaligesing ini kalau tidak dilebarkan ternyata kalau ada bus- bus besar yang masuk di Kaligesing ini akhirnya akan mengganggu aktifitas kendaraan yang lain dan mendesak untuk menjadi skala prioritas untuk segera dilebarkan,” harapnya.
Diakui, untuk pengajuan sudah sering kali ajukan oleh Pemdes Kaligono, namun demikian sampai saat ini belum ada tanda- tanda akan dilaksanakan pelebaran jalan.
“Walaupun saya dengar- dengar diwilayah atas ini sudah mulai ada pembebasan, tapi yang dibawah ini mungkin kita masih menunggu untuk sosialisasi lebih lanjut, dan mudah- mudahan nanti setelah Pemilu ini siapapun yang jadi ya ada komitmen untuk mengembangkan, terutama pembangunan jalan propinsi yang menjadi jalan tembus antara Purworejo dengan DIY, lewat jalur Kaligesing,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







