Pendidikan

Muhaimin Dorong Jurnalis Nahdliyin Sebarkan Narasi Inspiratif dan Perkuat Citra Pesantren

8
×

Muhaimin Dorong Jurnalis Nahdliyin Sebarkan Narasi Inspiratif dan Perkuat Citra Pesantren

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Jawa Tengah Fraksi PKB, Muhaimin, saat memberikan sambutan dan materi
Anggota DPRD Jawa Tengah Fraksi PKB, Muhaimin, saat memberikan sambutan dan materi

PURWOREJO, purworejo24.com— Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PKB, Muhaimin, mendorong lahirnya jurnalis-jurnalis Nahdliyin yang mampu menghadirkan narasi positif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan di hadapan 62 kader jurnalistik Nahdliyin dalam Workshop Jurnalistik bertema “Menuliskan Kebaikan, Menyebarkan Kemanfaatan” yang diselenggarakan oleh Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Purworejo di Aula Pondok Pesantren Al Faham, Ahad (24/5/2026).

Muhaimin menilai kegiatan tersebut menjadi tonggak penting bagi lahirnya pejuang narasi kebaikan di lingkungan Nahdlatul Ulama, khususnya di Kabupaten Purworejo.

Ini bagian dari membuat sejarah dan memancangkan tonggak inspirasi kebaikan. Teman-teman di sini diharapkan menjadi penebar narasi positif di lingkungan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Muhaimin mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya pemberitaan negatif yang belakangan kerap menyorot pesantren maupun lingkungan Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, berbagai kasus seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak maupun insiden di lingkungan pesantren sering kali menjadi sorotan besar media, sementara banyak sisi positif pesantren justru jarang diangkat.

Kita sering menyaksikan berita-berita yang kurang menyenangkan tentang pesantren dan komunitas Nahdlatul Ulama. Saya melihat ada upaya yang cukup masif melalui media untuk membentuk citra bahwa pesantren dan komunitas NU ini memiliki nilai yang rendah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa media memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik. Karena itu, keberadaan jurnalis yang memahami kultur dan nilai-nilai Nahdlatul Ulama dinilai sangat penting agar pemberitaan lebih berimbang dan tidak hanya didominasi oleh sudut pandang luar.

Menurut Muhaimin, sesungguhnya terdapat banyak kisah inspiratif di lingkungan pesantren dan madrasah NU yang layak diketahui masyarakat luas. Ia mencontohkan keberadaan madrasah-madrasah Ma’arif di daerah terpencil yang mampu menghadirkan akses pendidikan bagi masyarakat pinggiran dan daerah miskin ekstrem.

Madrasah Ma’arif mungkin tidak menonjolkan gedung megah atau fasilitas mahal, tetapi mereka hadir menjangkau masyarakat yang bahkan belum tentu sepenuhnya terjangkau layanan pendidikan pemerintah. Cerita-cerita seperti ini penting untuk diangkat,” jelasnya.

Selain bidang pendidikan, Muhaimin juga menilai komunitas Nahdlatul Ulama memiliki kekayaan kearifan lokal, gerakan sosial, hingga keteladanan tokoh masyarakat yang dapat menjadi inspirasi publik apabila dikemas melalui karya jurnalistik yang baik.

Ia berharap para peserta workshop tidak hanya belajar menjadi pewarta, tetapi juga memahami keseluruhan proses produksi berita yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Harapannya, berita yang diproduksi tidak hanya sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga mampu membangkitkan emosi, motivasi, dan menghadirkan keteladanan yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Muhaimin menambahkan, komunitas Nahdlatul Ulama yang besar membutuhkan banyak pelopor di berbagai bidang, termasuk di dunia jurnalistik dan media digital.

Kita sadar komunitas kita terlalu besar jika hanya digerakkan satu atau dua orang. Semakin banyak pelopor di masing-masing bidang keilmuan, tentu akan semakin baik,” pungkasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.