Pewarta Purworejo : Salsabila Terlalu Tangguh bagi Remaja Seusianya

oleh -
oleh
Ketua Pewarta Purworejo berikan sembako dan uang kepada Saalsabila

 

PURWOREJO, purworejo24.com – Sejumlah awak media yang tergabung dalam Paguyubam Pewarta Purworejo, Jawa Tengah, pada Jumat (24/11/2023) mengunjungi rumah Salsabila Putri Aulia, gadis remaja yang merawat dua pamannya yang lumpuh akibat pengidap penyakit dystonia di Dusun Krajan Desa Tegalkuning Kecamatan Banyuurip.

Dalam kesempatan itu Ketua Pewarta Purworejo, Daniel Raja Here menyerahkan bantuan sembako serta sejumlah uang untuk meringankan beban Salsabila bersama keluarga.

“Tidak banyak yang bisa kami berikan. Sedikit ini semoga bermanfaat dan bisa meringankan beban keluarga nenek Salsabila,” kata Daniel Raja Here pada kesempatan tersebut.

Menurut Daniel, Salsabila merupakan anak hebat dan ikhlas mengahadapi ujian hidup bersama nenek, dua paman serta adik sepupu yang masih duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar (SD).

Bagi Daniel, diantara remaja seusianya Salsabila terlalu tangguh dalam bergelut menghadapi ujian hidup ditengah ketiadaan ibu dan ayahnya. Siswa kelas XII SMK Negeri 8 Purworejo ini pun dinilai cukup pandai dalam membagi waktu antara tugas belajar serta kesibukanya menyelesaikan seluruh pekerjaan di rumah.

“Tak terbayangkan betapa kuatnya anak ini, begitu pula nenek yang mengasuhnya sejak kecil. Saya rasa si nenek juga cukup berhasil dalam membina karakter Salsabila. Semua dia hadapi dengan ikhlas, bagi mereka kehidupan seperti mengalir begitu saja. Dijalani dengan ikhlas, entah seberapa pun beratnya ujian yang mereka hadapi,” ucap Daniel.

Daniel juga mengatakan bahwa permasalahan yang dihadapi warga Dusun Krajan, Desa Tegalkuning, Kecamatan Banyuurip ini patut mendapat perhatian. Selain Pewarta, dia berharap akan banyak orang baik yang datang memberikan empati kepada mereka.

“Jadi keluarga ini memiliki persoalan penyakit genetik. Si nenek Sudiyem ini punya anak delapan dan dari delapan anak itu enam diantaranya mengalami sakit dystonia. Penyakit ini membuat, syarat, otot dan tubuh lemah hingga terjadi kelumpuhan,” beber Daniel.

Dari delapan anak nenek Sudiyem yang terjangkit penyakit tersebut, dua diantaranya tidak terselamatkan. Keduanya meninggal dunia sejak beberapa tahun silam, termasuk Catur Nur Fiddina yakni ibu kandung Salsabila Putri.

“Masih ada anggota keluarga yang lain tapi mereka berada di rantau. Di rumah hanya ada Salsabila yang masih sekolah, nenek yang usianya sudah 70 tahun, dua paman yang sakit lumpuh serta satu anak yang baru kelas IV SD,” imbuhnya

Daniel pun berharap Salsabila kelak bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang sarjana. Pihaknya siap membantu mencari jalan keluar agar remaja 17 tahun ini bisa terus belajar.

“Tadi dia bilang setelah lulus mau kerja saja. Di sisi lain dia juga punya harapan untuk bisa kuliah, namun terkendala masalah biaya. Kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar anak ini bisa kuliah di Purworejo,” pungkasnya. (P24/bayu)