Sah, Komplek SMA 7 Purworejo Jadi Cagar Budaya Peringkat Nasional

oleh -
oleh
Penyerahan SK Cagar Budaya Nasional di SMA Negeri 7 Purworejo, pada Sabtu (25/12/2023)

 

PURWOREJO, purworejo24.com– Eks Hoogere Kweekschool (HKS) atau Komplek situs SMAN 7 Purworejo resmi menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional. HKS merupakan sekolah guru pertama di Indonesia saat masa penjajahan Belanda.

Tak sedikit pula lulusan HKS Purworejo yang menjadi cendekiawan dan terjun ke pergerakan nasional. Salah satunya yang paling mahsyur ialah Oto Iskandar di Nata, Si Jalak Harupat dari bumi priangan yang lulus dari H.K.S Purworejo tahun 1924.

Peresmian Komplek situs SMAN 7 Purworejo menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional ini ditandai dengan diberikannya surat keputusan dan sertifikat oleh Direktur Perlindungan Kebudayaan Kemendikbudristek pada Sabtu (25/11/2023).

SK dan sertifikat tersebut diberikan kepada kepada kepala sekolah SMA 7 Purworejo, Niken Wahyuni, bertepatan dengan hari guru nasional. Penyerahan juga disaksikan Plt Bupati Purworejo Yuli Hastuti dan DPRD Purworejo di komplek situs Cagar Budaya Peringkat Nasional SMA 7 Purworejo.

Penetapan komplek SMA 7 Purworejo ini tak terlepas perjuangan semua pihak. Bangunan bersejarah seluas 4 6 hektar tersebut mendapatkan SK dan sertifikat setelah diusulkan sekitar satu tahun yang lalu.

Kelik Susilo Ardani, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo yang mengawal pengusulan ini menceritakan, saat ada kegiatan DPRD mengajar di SMA 7 Purworejo, pihaknya mendapat usulan dari pihak sekolah.

“Waktu itu tahun 2022 pas ada progam DPRD mengajar, saya mendapat informasi bahwa di tempat ini ada situs sejarah nasional tapi belum ada legalitasnya,” kata Kelik Susilo Ardani saat ditemui usai pemberian SK dan sertifikat pada Sabtu (25/11/2023).

Kelik menambahkan, mengetahui hal tersebut pihaknya bersama dinas-dinas terkait segera menindaklanjutinya dengan menyerahkan salinan Surat Keputusan Bupati Purworejo tentang Penetapan sebelas objek Cagar Budaya di kompleks SMAN 7 Purworejo ke Kemenristek.

“Sebagai berkas pendukung pengusulan situs SMAN 7 Purworejo menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional. Tim pengusul datang langsung ke Jakarta untuk menyerahkan berkas,” tambah Kelik.

Setelah pengajuan tersebut, kata Kelik, tim Cagar Budaya Nasional datang langsung ke Purworejo untuk melihat langsung situs Cagar Budaya SMA 7 Purworejo. Akhirnya, setelah perjuangan selama 2 tahun SK dan sertifikat resmi diberikan hari ini.

“Alhamdulilah setelah perjuangan selama bertahun-tahun bisa mendapatkan SK dan sertifikat sebagai legalitas,” kata Kelik.

Diketahui, komplek SMAN 7 Purworejo merupakan eks Hoogere Kweekschool (HKS) Purworejo yang didirikan pada 14 September 1914. Institusi pendidikan ini menjadi sekolah keguruan bumiputra (sekolah guru lanjutan) pertama di Hindia-Belanda.

Sekolah ini menjadi tempat menimba ilmu bagi sejumlah tokoh nasional, seperti Otto Iskandar Dinata, R.F. Atmadarsana, Soegarda Poerbakawatja, dan R.M. Isdiman Soerjokoesoemo.

Kepala Sekolah SMA 7 Purworejo Niken Wahyuni mengatakan, situs SMAN 7 Purworejo yang diusulkan menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional mencakup Bangunan SMAN 7 Purworejo, Bangunan SMPN 1 Purworejo, bangunan rumah dinas, serta struktur tugu, jalan, dan jembatan di dalam area kompleks SMAN 7 Purworejo.

“Di sini bangunan sejarahnya masih lengkap, bahkan juga ada asrama bagi guru dan siswa juga,” kata

Niken menambahkan, penetapan SMAN 7 Purworejo menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional diharapkan dapat menguatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian Cagar Budaya yang menjadi jejak peradaban dan sejarah bangsa.

Niken mengajak seluruh instansi dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap warisan bangsa ini.

“Kita berharapa nantinya dengan legalitas ini dapat menambah semangat untuk terus menjaga warisan bangsa ini. Rencananya, untuk menjaga bangunan ini, besok kita akan jadikan museum,” tandas Niken. (P24-bayu)