PemerintahanSeni BudayaSosialWisata

Ribuan Warga Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 1.001 Meter di Keburuhan Purworejo

114
×

Ribuan Warga Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 1.001 Meter di Keburuhan Purworejo

Sebarkan artikel ini
Ribuan Warga Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 1.001 Meter di Keburuhan Purworejo
Ribuan Warga Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 1.001 Meter di Keburuhan Purworejo

NGOMBOL, purworejo24.com – Ribuan warga di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengikuti Kirab Merah Putih Harmoni Nusantara Bangkit dan pembentangan bendera merah putih dengan panjang 1.001 meter, di Desa Keburuan Kecamatan Ngombol, pada Minggu (27/8/2023).

Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia.

Berkesempatan hadir dan melakukan pemecahan air kendi serta pengibaran bendera start, sebagai tanda dimulainya kirab dan pembentangan bendera merah putih, oleh wakil bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti SH.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Dandim 0708 Purworejo, Letkol Inf Yohanes Heru Wibowo, Kepala Kesbangpol Purworejo, Agus Widiyanto SIP MSi, perwakilan Polres Purworejo, perwakilan TNI Angkatan Laut, Camat Ngombol, Bangun Erlangga Ibrahim S.STP., M.M., Kepala Desa se-Kecamatan Ngombol, kepala sekolah dan ribuan siswa serta warga di Kecamatan Ngombol.

Dengan mengambil titik start di jembatan pantai Desa Keburuhan dan diiringi oleh pasukan bendera merah putih, marching band, gunungan hasil bumi, ribuan warga, yang terdiri atas TNI, Polri dan pelajar SMA, SMK, SMP dan SD serta ibu-ibu di Kecamatan Ngombol dan sekitarnya, membawa bendera merah putih dengan cara dibentangkan di atas kepala dan kedua tangan diangkat ke atas sembari memegang bendera, hingga sampai di lapangan Desa Keburuan.

Tampak ribuan warga memadati tepian jalan yang dilalui guna melihat langsung kegiatan kirab dan pembentangan bendera merah putih dengan panjang 1.001 meter.

Sesampainya di lapangan, warga mengitari replika Garuda Pancasila raksasa yang dipasang di tengah lapangan. Usai dilakukan acara seremoni, bendera merah putih itupun kembali digulung dan dimasukkan kedalam kotak penyimpanan yang telah disediakan.

Kegiatan kirab dan pembentangan bendera merah putih itu juga dimeriahkan dengan pementasan kesenian kuda lumping, atraksi drumb band dari SMK N 4 Purworejo serta pelepasan burung merpati di akhir kegiatan.

“Bendera merah putih itu panjangnya 1.001 meter, kemudian yang 7 peti itu ada 101 meter, kebetulan inisiator dari Harmoni Nusantara Bangkit adalah Abah Lutfi bin Ali Bin Yahya, dan pembina dari Harmoni Nusantara Bangkit dari keraton kesultanan, Sri Sultan Surya Alam,” kata pemrakarsa acara yang juga selaku ketua Umum Harmoni Nusantara Bangkit, RA Endang Nanik Purwati, saat ditemui usai kegiatan.

Dijelaskan, kenapa panjang bendera merah putih itu dengan angka 1.001 atau 101 meter. Angka itu adalah menggambarkan bahwa 1 dan 1 itu ibarat di dunia ini berpasang- pasangan, ada siang ada malam, ada lelaki ada perempuan, ada merah ada putih. Adapun tujuannya kenapa panjang, karena dengan adanya panjang otomatis kalau dibentangkan sendiri tidak bisa dan membutuhkan orang banyak untuk bisa dibentangkan.

“Itu mewujudkan ada kegotong royongan, bersinergi satu dengan yang lain dan alhamdulillah tadi telah terlaksanakan,” jelasnya.

Kegiatan kirab dan pembentangan bendera merah putih selain memperingati HUT Kemerdekaan juga bertujuan untuk membangkitkan semangat nasionalisme untuk putra- putri generasi bangsa yang menjadi calon- calon penerus bangsa.

“Karena apa, karena menjaga NKRI itu adalah wajib bagi kita semuanya,” tegasnya.

Antusias dan semangat warga yang hadir dan ikut dalam kegiatan itu sangat luar biasa. Warga yang hadir dan ikut kegiatan melebih dari target yang diinginkan, yakni mencapai kurang lebih 3 ribu warga.

“Ada sekitar 3.000 lebih yang datang, bahkan luar biasanya sampai berdesak-desakan dan kita bahagia. Yang membentangkan bendera tadi ada 1.000 orang, kemudian yang ada di dalam lapangan juga berjumlah 1.000 orang, yang megang bendera 2.000 orang bahkan kenyataan lebih, dari masyarakat yang hadir berdesak-desakan, tadi kan ada yang 1 meter kurang, kalau 1.000 meter kan seharusnya 1.000 orang, tapi ini lebih bahkan setengah meter ada orangnya. Jadi tadi yang datang perkiraan 2.500- 3.000 orang, tapi kalau dengan masyarakat umum tadi lebih,” sebutnya.

Disampaikan, bendera merah putih dengan panjang 1.001 meter itu pertama kali dibuat pada waktu acara di Istana Merdeka Jakarta tahun lalu. Saat itu di-launching oleh Kapolri dan Presiden RI, Joko Widodo.

“Satu tahun lalu, jadi pas besok tanggal 28 Agustus 2023 merupakan pas satu tahun dibentangkannya bendera merah putih di istana. Setelah itu kemudian bendera merah putih dibentangkan di Yogyakarta, lalu di Semarang bersamaan dengan Polda Jateng dan juga di Kudus, Pekalongan, Brebes, Tegal, Pemalang, dan ini kita bersiap ke Pekalogan, karena besok pagi ada acara Sufi Internasional, yang akan dihadiri oleh 64 negara,” terangnya.

Penasehat Harmoni Nusantara Bangkit, Pramono Hadiningrat, menambahkan, dipilihnya Desa Keburuhan sebagai lokasi kegiatan kirab dan pembentangan bendera merah putih, karena ketua umum Harmoni Nusantara Bangkit, RA Endang Nanik Purwati, pada masa kecilnya hidup di Desa Keburuhan.

“Kebetulan beliau bersinergi dengan kepala desa Keburuhan dan Forkompincam Ngombol, dengan tujuan untuk membangkitkan semangat nasionalisme bagi generasi yang akan datang. Selain itu kegiatan ini umtuk membangkitkan enterprenur supaya Desa Keburuhan bisa menjadi destinasi wisata, yang beberapa tahun lalu sudah dan ini ditimbulkan kembali, supaya apa yang benar-

Kembali

Pesan Anda telah terkirim

Peringatan
Peringatan
Peringatan
Peringatan

Peringatan.

benar diikhtiyari oleh pamong desa bersama masyarakat bisa terwujud,” ujarnya.(P24/wid)

 

Kembali

Pesan Anda telah terkirim

Peringatan
Peringatan
Peringatan
Peringatan

Peringatan.

Forkompincam Ngombol, dengan tujuan untuk membangkitkan semangat nasionalisme bagi generasi yang akan datang. Selain itu kegiatan ini umtuk membangkitkan enterprenur supaya Desa Keburuhan bisa menjadi destinasi wisata, yang beberapa tahun lalu sudah dan ini ditimbulkan kembali, supaya apa yang benar- benar diikhtiyari oleh pamong desa bersama masyarakat bisa terwujud,” ujarnya.(P24, Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.