PURWOREJO, purworejo24.com – Bupati Purworejo Agus Bastian menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus (perkumpulan kepala desa se-Purworejo) Polosoro Kabupaten Purworejo Periode 2023-2026.
Dihadapan ratusan kepala desa (Kades) tersebut, Agus Bastian berjanji akan memperjuangkan kenaikan gaji atau penghasilan tetap (Siltap) untuk kepala desa. Bupati menyebut, akan memperjuangkan Siltap untuk Kades sebesar 2 kali lipat atau sekitar Rp 5 juta.
“Tentunya kita semua berharap Siltap bapak ibu semuanya agar segera disesuaikan. Memang bagi desa yang mempunyai tanah bengkok tidak masalah. Tapi bagi yang tidak mempunyai bengkok itu kasihan. Saya kira kalau kepala desa mendapatkan Rp 5 juta sebulan itu sudah cukup,” kata Bupati Purworejo
Agus Bastian mengatakan, anggaran dana desa direncanakan akan bertambah serta masa jabatan kades juga bertambah. Hal ini memiliki celah kerawanan akan penyalahgunaan jabatan maupun penyimpangan pengelolaan keuangan desa.
“Untuk itu dengan bertambahnya tanggung jawab tersebut dirasa perlu juga dibarengi dengan kenaikan penghasilan tetap (siltap),” kata Agus Bastian usai pengukuhan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo, Rabu (02/08/2023).
Bupati mengatakan, kepengurusan Polosoro periode 2023-2026 berada dalam situasi yang serba menggembirakan, dimana Pemerintah maupun DPR saat ini semakin menyadari posisi dan peran strategis desa maupun kepala desa, dengan perpanjangan masa jabatan kepala desa serta kenaikan Dana Desa.
“Ini tentu menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kepala desa dan pemerintah desa, karena memiliki keleluasaan anggaran dalam mengeksplorasi potensi yang dimiliki untuk membangun dan memajukan desa,” kata Bupati.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, Polosoro juga memiliki peran yang penting dan strategis sebagai wahana bertukar pikiran dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya aparatur Pemerintah Desa.
Agus mengingatkan Polosoro untuk selalu melaksanakan pengelolaan anggaran dengan sebaik-baiknya. Ia berpesan, jangan sampai Kades terjerumus melakukan kesalahan dalam pengelolaan anggaran.
“Harapannya pengelolaan anggaran benar-benar dapat menghasilkan program dan kegiatan yang mutu dan tepat sasaran, dilaksanakan secara professional dan akuntabel,” pungkas Bupati.
Pada kesempatan ini turut hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir secara daring, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setyabudi, unsur Forkopimda, Ketua Umum DPP APDESI, OPD terkait, Camat se-Kabupaten Purworejo serta Ketua Polosoro Kecamatan.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam arahannya menyampaikan bahwa dengan besarnya anggaran, tugas kepala desa menjadi semakin berat. Namun dirinya yakin para kepala desa mampu mengemban tugas tersebut dengan baik dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.
“Ada tata kelola desa yang jempolan, ada aplikasi-aplikasi bagus yang dikembangkan dan memudahkan rakyat, ada dibangun desa anti korupsi. Teman-teman kepala desa kalau dua hal ini dapat dilakukan secara baik, pelayanan kepada masyarakat dan pemerintahannya dilaksanakan dengan penuh integritas maka dua hal ini akan membuat desa sempurna,” kata Ganjar.
Namun demikian menurut Ganjar, masih terdapat dua fokus utama yang masih menjadi pekerjaan rumah, yaitu percepatan pemberantasan angka kemiskinan ekstrim dan penurunan angka stunting.
“Pemberantasan kemiskinan ekstrem harus dipercepat, termasuk di dalamnya menekan angka stunting. Kita butuh inovasi dan kreatifitas untuk menuntaskan sama-sama persoalan tersebut,” kata Ganjar Pranowo.(P24/bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









