PURWOREJO, purworejo24.com- Seorang pemuda di Purworejo Jawa Tengah yang diduga jambret ternyata tulang punggung keluarga. Ia tinggal bersama adiknya di Desa Besole Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo.
RAK (20) seorang pria yang diduga jambret ini berdomisili di salah satu madrasah di Desa Besole Kecamatan Bayan. Ia tinggal bersama adiknya di madrasah tersebut serta menjadi tulang punggung keluarganya.
Malikah, salah satu pengasuh madrasah mengatakan, bahwa sejak kecil RAK dikenal baik oleh tetangga sekitar. RAK juga pernah mengaji di tempat yang ia asuh saat ini. Bahkan adiknya masih belajar di madrasah.
“Dulu pernah ngaji disini, trus udah pengen kerja dan dia ngontrak di sebelah sini (dekat madrasah). Dia itu kerja di Kutowinangun Kebumen,” kata Malikah saat ditemui di rumah duka pada Kamis, 25 Mei 2023.
Malikah menyebut saat ini RAK sudah bekerja di salah satu perusahaan plastik. Ia juga belum percaya bahwa RAK melakukan tindak pidana penjambretan.
“Ceritanya (Kronologisnya) masih simpang siur,” kata dia disela-sela kunjungan tamu yang bertakziyah di madrasahnya.
Malikah juga menyebut, RAK sudah ditinggal meninggal ibunya sejak satu tahun yang lalu. Dan ayahnya saat ini dalam kondisi sakit dan sudah pikun.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Khusen Martono menjelaskan, RAK melakukan penjambretan di depan RSUD Purworejo pada Rabu, 24 Mei 2023 sekitar pukul 16.30 WIB.
Setelah melakukan penjambretan, RAK sempat kabur dan sempat di kejar oleh warga dan korban.
“Berhenti karena nabrak togor (tiang) listrik diamankan warga terus dibawa polisi, kondisi lemes terus di bawa ke RSUD. Meninggal di RSUD Purworejo,” sebut Khusen saat ditemui di kantornya pada Kamis (25/5/2023).
Berdasarkan data di lapangan, AKP Khusen menambahkan, barang milik korban berupa handphone berhasil diambil oleh diduga pelaku penjambretan, kemudian pelaku melarikan diri ke arah Kelurahan Meranti.
“Korban dan masyarakat sekitarnya melakukan pengejaran terhadap diduga pelaku. Kemudian setelah dikejar, diduga pelaku mengalami kecelakaan di perempatan lampu merah Meranti. Diduga pelaku mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal hingga mengalami luka,” kata Khusen.
AKP Khusen menjelaskan, kecelakaan terjadi akibat pelaku menerobos lampu merah dalam kecepatan tinggi karena panik dikejar warga. Sepeda motor yang ditumpangi diduga pelaku oleng dan menabrak beton pembatas jalan dan tiang listrik di pinggir jalan sekitar lampu merah.
“Diduga pelaku tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga mengalami kecelakaan tunggal,” kata Dia.
Karena pelaku mengeluh kesakitan, kata AKP Khusen, selanjutnya diduga pelaku di bawa ke RSUD Purworejo untuk diperiksa dan dilakukan penanganan medis. Namun, sekitar pukul 20.45 WIB setelah dilakukan penanganan medis, pelaku dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu Kanit Gakkum Satlantas Polres Purworejo Iptu Eko Rusdianto menegaskan bahwa kecelakaan yang terjadi di lampu Merah meranti tersebut karena lalainya pelaku yang menerobos lampu merah.
“Diduga pelaku tidak bisa mengendalikan kendaraannya, dan juga kondisi jalan yang bergelombang,” kata Iptu Eko Rusdianto.
Pihaknya menambahkan, pada saat diamankan oleh petugas pelaku tidak ditemukan luka terbuka, hanya luka gores akibat gesekan aspal saat terjadi kecelakaan. Dimungkinkan pelaku meninggal dikarenakan luka fraktur (luka dalam).
Selanjutnya jenajah RAK diserahkan kekeluarganya kemudian dimakamkan di desa Besole siang ini.(P24/Bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








