PURWOREJO, purworejo24 – Lima belas karya puisi terpilih sebagai pemenang dalam Lomba Cipta Puisi Aku Pemuda Aku Peduli Anti Kekerasan Perempuan dan Anak yang diadakan Kementerian PPPA, Komunitas Sastra Kopisisa, dan Yayasan Nuhantra Bakti Budaya. Kelima belas penulis puisi ini pun menerima berbagai hadiah mulai dari tablet, power bank, tas hingga buku sastra.Acara penyerahan hadiah untuk pemenang ini dilaksanakan di Omah Srotong Srawung Sitanjung, Kelurahan Pangenjurutengah, Purworejo pada Minggu, 5 Februari 2023 pagi. Acara tersebut juga dihadiri seratusan orang. Selain para pemenang dan pendamping, sejumlah tamu undangan dari dinas terkait, kepala desa Pangenjurutengah, tokoh masyarakat dan juga warga sekitar.
Maskun Artha, salah satu juri menjelaskan, dalam lomba cipta puisi yang telah dilaksanakan pada bulan Desember 2022 hingga 15 Januari 2023, sebanyak 104 orang telah berpartisipasi dan mengirimkan puisinya. Para juri yang terdiri atas unsur seniman/sastrawan, jurnalis serta perwakilan Kementerian PPPA telah melakukan penilaian yang matang dan menetapkan 15 orang sebagai pemenang, yakni juara 1,2,3, Harapan 1, Harapan 2 serta 10 orang peserta berbakat.
Ratriastu Ruciswandaru, selaku koordinator panitia penyelanggara lomba Cipta Puisi dalam pengantarnya menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian dari ECPAT Indonesia pada tahun 2017 ditemukan bahwa kasus-kasus kekerasan seksual pada anak meningkat di beberapa destinasi wisata yang ada di Indonesia. Keberadaan bandara baru Yogyakarta International Airport mengembangkan potensi wisata di daerah sekitarnya, termasuk Kabupaten Purworejo dapat menjadi kawasan rentan kekerasan.
Ruci yang juga Awardee dari Australia Awards, menyampaikan, saat mengikuti Shortcourse di Australia yang bertema tentang “Partisipasi Pemuda dalam Isu Keadilan Sosial” dirinya mendapatkan pemahaman baru bahwa gagasan-gagasan pemuda dapat disuarakan melalui banyak cara, baik formal maupun informal. Seni puisi merupakan salah satu media dimana pemuda dapat menuangkan kreatifitasnya dan mengungkapkan isi hati dan pikirannya dengan lebih luwes, leluasa, bebas namun bermakna.
Berdasar hal tersebut, diselenggarakan Lomba Puisi Aku Pemuda Aku Peduli ini untuk meningkatkan partisipasi para pemuda khususnya di Purworejo dalam isu keadilan sosial, dan kepedulian terhadap kasus-kasus kekerasan.
“Kepedulian dan kewaspadaan semua lapisan masyarakat terutama para pemuda sangat diperlukan untuk mencegah maupun melaporkan adanya praktek-praktek kekerasan dan eksploitasi”, ungkap Ruciswandaru.
Pada kesempatan terserbut Ruci juga menginformasikan telah dilaunching-nya layanan Pengaduan dari Kemen. PPPA yaitu SAPA 129.
“Jika ada yang melihat, mengalami atau menyaksikan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat melaporkan melalui telepon ke 129 atau WhatsApp 0811-1129-129”, ujar Ruci.
Laporan yang masuk, diakui Ruciswandaru, akan ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan korban baik penjangkauan, mediasi, pemulangan, pendampingan dsb. Untuk melaksanakan tugas ini Kementerian PPPA juga berkoordinasi dan berkolaborasi dengan insitusi lainnya baik di tingkat pusat dan daerah.
Di akhir sambutannya Ruciswandaru mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi atas kerja sama dari KOPISISA dan Yayasan Nuhantra Bakti Budaya (Komunitas Nuhantra Sahabat Muda), serta dan semua pihak yang telah membantu terselenggaranya lomba tersebut.
Acara ini juga mendapat apresiasi dari Dinas PPPAPMD (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Widiati, Kabid. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas PPPAPMD yang hadir dalam acara tersebut berharap acara semacam ini terus dilakukan untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Soekoso DM, budayawan yang juga ketua Kopisisa berharap acara edukatif semacam ini bisa membawa manfaat.
“Acara ini menggugah semangat kalangan muda agar kesadaran melindungi perempuan dan anak-anak dapat diwujudkan secara riil. Mudahan mudahan dapat dilaksanakan dengan kesenian yang lain”, ujar Soekoso.
Berikut nama-nama pemenang Lomba Cipta Puisi:
Juara 1, Sastadina Kirania Ramadhani Bandungkidul RT 02 RW 02, Bayan, Purworejo, berjudul Gelora Puan & Balada Anak Dara
Juara 2, Tri Adi Wicaksono Kedungpucang, RT 01 RW 03, Kebonkliwon, Bener, berjudul Stop Kekerasan Demi Keadilan & Waspada Kekerasan Seksual Bertindak
Juara 3, Rossa Lestyana Dusun Denansri, Desa Donorejo, Kaligesing, Purworejo, berjudul Lindungi Aku Sebagai Perempuan & Berhenti Merundungku
Harapan 1, Kuni Faizah SMAN 10 Purworejo, Curahan Nestapa Kaum Hawa & Beta, berjudul Bukan Korban Kekerasan
Harapan 2, Fatimah Cahyaningtyas RT 01 RW 02 Pakem, Gebang, Purworejo, berjudul Bukan Objek & Rimba di Hati Pemuda
Peserta berbakat:
1. Rima Arvisya Natania Putri Bragolan, Purwodadi, Purworejo, berjudul Wanita di Tepi Periuk Dogma & Liang Mahkota di Meja Sang Mulia
2. Siti Khoningah SMAN 10 Purworejo, berjudul Sinyalir Petuah & Sisi Lain Dari Sebuah Keberanian
3. Muhammad Fadhil Jl. K.H. Zarkasyi, Berjan, Gebang, Purworejo, berjudul Kekerasan Bukan Rumah yang Membuat Kerasan & Catatan Kelam
4. Ananda Rokhatus Tsania Ngampel, Pituruh, Purworejo, berjudul Si Buta dan Lingkarannya & Si Benih Kecil dan Bukit Atas Kata
5. Estu Ismoyo Aji Dukuhrejo, Bayan, Purworejo, berjudul Bergeraklah Patung Keadilan & Ini Bukan Puisi
6. Amira Aula Qurrota A’yunina MA An-Nawawi, Berjan, Purworejo, berjudul Di Balik Senyum Pertiwi & Untuk Pemuda Negeri
7. Samrotul Fuadiyah Berjan, Gebang, Purworejo, berjudul Kenestapaan Puan & Butuh Persamaan
8. Hanum Septina Mawaddah Gang 1, RT 04 RW 08, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, berjudul Berani Berbeda, Berani Bersuara & Sadari Sedari Dini
9. Hafsah Nabila Doplang, Sindurjan, Purworejo, berjudul Atas Nama Kaumku & Lihatlah
10. Khafidzotun Nuriyah Berjan, Gebang, Purworejo Sabda Pertiwi & Aku yang Seharusnya
(P24/Nuh)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







