KesehatanSosial

Kisah Jhon Gideon Adu Sembuh dari Kusta 2 Kali, Kini Sukses Usaha Beromset Jutaan

301
×

Kisah Jhon Gideon Adu Sembuh dari Kusta 2 Kali, Kini Sukses Usaha Beromset Jutaan

Sebarkan artikel ini
Jhon Gideon Adu (45) merupakan salah satu OYPMK yang sukses berkarir di dunia bisnis
Jhon Gideon Adu (45) merupakan salah satu OYPMK yang sukses berkarir di dunia bisnis

KAFAMENANU, purworejo24.com – Jhon Gideon Adu (45) merupakan salah satu Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) yang sukses berkarir didunia bisnis. Penyakit kusta tak busa menghentikannya untuk terus menggeluti bisnis hingga beromset jutaan rupiah setiap bulannya.

Pria yang akrab dipanggil Jhon Adu oleh masyarakat sekitar ini, saat ini mempunyai toko peralatan kantor dan kolam lele. Bahkan bisnis miliknya mampu memperkerjakan 2 orang yang notabene salah satunya adalah disabilitas mata.

Kisah perlawanan Jhon Adu dengan kusta berawal semenjak ia masih duduk di bangku sekolah SMA. Saat duduk di kelas 1 SMA, ia terkena kusta basah yang mengharuskan dirinya menjalani pengobatan selama 1 tahun.

Tak berhenti disitu, Kusta kembali menyerang Jhon saat ia masih berkuliah di Universitas Undana. Namun, ia kembali berhasil menyelesaikan pengobatan yang kedua dan berhasil lulus kuliah.

“Awal terkena kusta itu tahun 1995 saat saya masih bersekolah. Pada tahun 2000 saya kembali kambuh dan menjalani pengobatan sampai saya lulus kuliah tahun 2021,” kata Jhon saat dikonfirmasi pada Sabtu 28 Januari 2023.

Beberapa tahun setelah lulus kuliah, Jhon kemudian menikah dan dipercaya membantu salah satu Yayasan Pendidikan Kristen yang membawahi 19 sekolah Kristen dengan 1.700 siswa. Hingga pada tahun 2020 Jhon memutuskan untuk memulai berbisnis toko dan membuat kolam lele.

“Awalnya kita mulai dari buka warung daging babi mas, tapi hanya 4 bulan pada tahun 2020 itu terkena virus Afrika yang membuat semua babi mati dan terpaksa kita tutup warung dan pindah usaha toko dan kios alat-alat kantor,” kata Jhon.

Sejak itulah, usaha toko dan kios yang menjual peralatan kantor, peralatan sekolah dan lainnya ini berkembang pesat sampai sekarang. Dengan usahanya, Jhon kemudian merekrut teman disabilitas untuk membantu usaha yang ia dirikan.

“Rata-rata sekitar Rp 5 juta per bulan, bisa mengalami kenaikan saat awal tahun ajaran baru sekitar bulan Mei, Juni dan Juli,” kata dia.

Jhon menambahkan, selain barang yang ia jual adalah barang pabrikan, ia juga menjual hasil pertanian di Kelurahan Kefamenanu Selatan Kecamatan kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara. Masyarakat sekitar banyak yang menitipkan hasil pertaniannya di toko miliknya.

“Saya di toko ini menjual hasil-hasil dari desa seperti gula, minyak kayu putih dan kain tenun. Mereka banyak yang titip di toko kita,” kata dia.

Di samping toko alat tulis kantor, Jhon juga mempunyai kolam lele yang sudah ia bangun selama satu tahun terakhir. Namun, produksi lele milik Jhon masih untuk konsumsi keluarga dan tetangga sekitarnya.

“Kita panen sekitar 4 bulan sekali, masih untuk konsumsi keluarga dan tetangga sekitar belum kita jual secara masal,” kata dia.

Jhon menyebut, suksesnya OYPMK sepertinya berbisnis dan banyak terlibat di berbagai sektor kehidupan bermasyarakat didasari oleh komitmen dan niat. Menurutnya tantangan terbesar OYPMK adalah self stigma.

Self stigma harus dihilangkan dari OYPMK agar kemampuan diri seseorang bisa dimaksimalkan dalam menjalani kehidupan. Jika self stigma hilang dari OYPMK, ia yakin semua OYPMK dapat berkembang hidup sukses di masyarakat.

“Tantangan yang paling besar itu adalah self stigma, kalau kita sudah bisa menghilangkan itu tidak ada masalah kok, saya juga jadi ketua RT, masuk di parpol juga. Kita harus mampu melawan self stigma,” kata dia.

Stigma memang menjadi salah satu hambatan bagi OYPMK di berbagai daerah. Untuk itu progam penghilangan stigma ini sedang banyak digalakkan oleh pemerintah maupun organisasi.

Progam penghilangan stigma kusta ini diketahui juga menjadi progam NLR Indonesia. NLR adalah suatu organisasi nirlaba di bidang penanggulangan kusta dan konsekuensinya, termasuk mendorong pemenuhan hak anak dan kaum muda penyandang disabilitas akibat kusta dan disabilitas lainnya.

Saat ini NLR bekerjasama dengan sejumlah media sedang melakukan progam penghapusan stigma kusta agar Indonesia menjadi negara yang terbebas dari kusta. Progam ini berjalan dari bulan Desember 2022 hingga akhir Januari 2023 mendatang.(P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.