PemerintahanPendidikanTransportasi

Hari Guru Nasional, Wabup Serahkan Kendaraan Operasional

134
×

Hari Guru Nasional, Wabup Serahkan Kendaraan Operasional

Sebarkan artikel ini
Wabup Purworejo Hj Yuli Hastuti menyerahkan 44 unit kendaraan operasional secara simbolis kepada pejabat di lingkungan Dindikbud Purworejo pada upacara bendera Hari Guru Nasional di Alun-alun Kota Purworejo,
Wabup Purworejo Hj Yuli Hastuti menyerahkan 44 unit kendaraan operasional secara simbolis kepada pejabat di lingkungan Dindikbud Purworejo pada upacara bendera Hari Guru Nasional di Alun-alun Kota Purworejo,

PURWOREJO, purworejo24.com – Sebanyak 44 kendaraan operasional dinas diberikan kepada sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Penyerahan kendaraan itu secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti, usai mengikuti upacara bendera sebagai puncak peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-77 PGRI tingkat Kabupaten Purworejo, di Alun-alun besar Kota Purworejo, pada Jumat 25 November 2022.

Selain pemberian bantuan kendaraan operasional dinas, upacara juga dimeriahkan marching band penampilan dari SMP N 1 Purworejo.

Kendaraan operasional dinas sejumlah 44 unit ini diberikan kepada pengawas SD sebanyak 27 unit, pengawas SMP sebanyak 2 unit, penilik TK sebanyak 4 unit, Sekdin dan Kabid sebanyak 5 unit, pamong belajar sebanyak 6 unit. Rangkaian upacara juga dimeriahkan marching band penampilan dari SMP N 1 Purworejo.

Membacakan sambutan dari Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, Wabup Purworejo, Hj Yuli Hastuti, mengatakan bahwa tiga tahun yang lalu, kita melepas jangkar dan membentangkan layar kapal besar bernama Merdeka Belajar.

“Ribuan pulau dari Sabang hingga Merauke sudah kita lewati, laut dengan ombak tinggi dan angin kencang sudah kita hadapi,” ungkapnya.

Ketangguhan ini menurutnya, didorong oleh kemauan kita untuk berubah, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak lagi sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman. Hal ini juga didorong oleh semangat untuk terus berinovasi, menciptakan perubahan dan kebaruan yang membawa kita melompat ke masa depan.

“Mungkin diantara kita sampai hari ini masih ada yang ragu untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran di kelas atau dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin satuan pendidikan. Memang, pada dasarnya tidak ada perubahan yang membuat kita nyaman. Jika masih nyaman, itu artinya kita tidak berubah,” tandasnya.

Dikatakan bahwa ide-ide brilian perlu didukung dengan kesejahteraan para guru. Untuk itulah saat ini juga terus memprioritaskan pengangkatan guru honorer sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui seleksi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK).

“Saya tidak menutup mata bahwa memang masih banyak hal yang perlu disempurnakan dalam program ini. Karena itulah semua dari kita harus bergotong royong agar target kita, yakni satu juta guru diangkat sebagai ASN PPPK, dapat segera terwujud,” katanya.(P24/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.