PURWOREJO, purworejo24.com – Lomba lari biasanya digelar di jalan lurus dan datar. Namun, gelaran lomba lari yang disuguhkan oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) yang bertajuk BOB Forest Run sungguh berbeda. BOB Forest Run digelar di track yang terjal ditengah hutan pinus belantara. Para peserta diharuskan melewati jalanan berbatu, sungai, perbukitan hingga jalan penuh lumpur.
Udara yang segar jauh dari asap kendaraan bermotor, menjadikan event ini disukai masyarakat. Antusias peserta pun terlihat saat pertama kali pendaftaran dibuka pada 14 Oktober 2022 lalu. Hanya beberapa jam saja tiket BOB Forest Run sebanyak 400 lembar habis tak tersisa.
“Mereka terlihat semangat sekali, di samping itu medannya sangat istimewa, peserta harus melewati sungai, jalan berbatu, berlumpur dan licin dipadukan dengan pemandangan hutan pinus,” kata Agus Rochiyardi Direktur Pemasaran BOB pada Sabtu 29 Oktober 2022.

Agus menambahkan event ini sengaja digelar di akhir pekan. Hal itu dilakukan agar peserta bisa berwisata sambil lomba setelah sepekan sibuk bekerja. BOB Forest Run 2022 digelar secara gratis alias tanpa dipungut biaya apapun.
Agus mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan gairah sportourism, yakni olahraga sambil berwisata, di wilayah DIY-Jateng, khususnya di Kabupaten Purworejo.
BOB Forest Run dibuat menjadi 2 kategori lintasan yang berbeda yakni kategori 4 dan 8 kilometer. Lintasan tersebut akan melewati 6 desa di wilayah Purworejo dan Kulonprogo.
Start dan finish berada di DeLoano Glamorous Camping Purworejo. Lintasannya juga bakal melewati dua desa wisata di Purworejo, desa wisata Benowo dan Sedayu.
Peserta juga bakal melewati tempat wisata yang saat ini cukup populer dan sangat memanjakan mata. Diantaranya kebun teh Nglingo, Bukit Isis, dan Tumpeng Menoreh.
“Kita akan menjadikan ini agenda tahunan, untuk mendukung sportourism, supaya muncul bibit-bibit runner baru yang berasal dari daerah,” katanya.
Selain dimanjakan oleh pemandangan alam, para peserta juga disuguhi pentas musik oleh band yang sedang naik daun yakni Aftershine.
Asri Nur Yuneni, salah satu runner asal Yogyakarta mengaku takjub dengan lintasan yang disediakan oleh panitia. Ia tidak menyangka jika track yang akan dilewati penuh tantangan.
“Sangat menantang ya karena lintasannya tidak bisa diprediksi, bahkan tadi juga sempat terpeleset. Pada start saja sudah disuguhkan dengan jalan yang penuh lumpur,” kata runner perempuan dengan catatan waktu tercepat ini.
Aci, panggilan akrabnya menyebut, ia berhasil menyelesaikan lintasan 8 kilometer kategori putri dengan waktu 1 jam 1 menit. Persiapan yang matang dan sering latihan membuat peserta berumur 33 tahun tersebut sukses menyabet medali di urutan pertama.
“Persiapannya cukup lama, latihan juga rutin dan tentunya pemilihan sepatu yang pas. Kalau track ini pakai sepatu yang tebal agak sedikit kesulitan,” tutupnya. (P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







