PURWOREJO, purworejo24.com – Biro Kemahasiswaan Promosi dan PMB Universitas Muhammadiyah Purworejo, Jawa Tengah, menggelar Lokakarya Motivasi dan Kewirausahaan bagi mahasiswa penerima bantuan pendidikan KIP-Kuliyah dan Beasiswa UMPurworejo, di Auditorium Kasman Singodimedjo, pada Senin 17 Oktober 2022.
Kegiatan itu diisi penyerahan SK Beasiswa LazizMu oleh Kepala Kl. LazizMu UMP, Nasrudin M.Si kepada mahasiswa penerima beasiswa, paparan motivasi dengan pembicara oleh dr. Hasan Basyuni serta Talk Show Kewirausahaan yang dilaksanakan secara dua sesi yaitu sesi pertama dengan pembicara oleh Susilo Pranoto, SE dan tim PKMK lolos pendanaan tahun 2022 lalu sesi kedua dengan pembicara Siti Sulaimah S.Pd M.Pd.
Kedua pembicara talk show itu merupakan para mentor bagi mahasiswa yang lolos pendanaan.
Biro Kemahasiswaan Promosi dan PMB UMPurworejo, Dedi Widiantono, mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan untuk memberikan wawasan terkait dengan kegiatan program kewirausahaan mahasiswa Indonesia (PKM) yang setiap tahun digelar oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
“Dan dalam waktu dekat ini biasanya dibulan November dibuka program kreatifitas mahasiswa itu. Dan saya selaku salah satu tim penilai nasional punya kewajiban moral untuk mendakwahkan, menyampaikan hal – hal yang bisa diketahui oleh mahasiswa.
Dimana saya berharap di tahun 2023 nanti kita bisa masuk Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) dan bisa meraih medali. Karena tahun 2018 lalu UMP pernah meraih medali perunggu untuk program kreatifitas kegiatan pengabdian masyarakat,” ungkapnya, saat ditemui usai kegiatan.
Dalam kegiatan itu, lanjutnya, yang diajak adalah para mahasiswa yang diberi fasilitasi dari Kementerian. Dari kegiatan itu juga diharapkan mahasiswa bisa menjadi mahasiswa yang tidak hanya menerima bantuan saja tapi mereka juga punya prestasi sehingga harapannya nanti ketika sudah selesai tidak harus mencari lowongan kerja tetapi mereka bisa berwirausaha.
“Kami memang mengharapkan mereka mulai di tahun pertama ini, mereka aktif di dunia kewirausahaan. Tahun 2019 saya punya contoh ada mahasiswa baru kemudian dia menulis proposal tahun 2020, dia dapat pendanaan.
Kemudian dia bergerak terus selama dua tahun hingga berhasil menghasilkan total nominal yang diraih itu senilai total sekitar 33 juta, sementara kalau kita kuliah dan kuliah dengan biaya sendiri itu butuh dana sekitar 25 jutaan, artinya dengan kewirausahaan mereka akan punya peluang untuk mengembalikan peluang investasi kuliah mereka, itu harapan kami,” harapnya.
Disampaikan, kuota untuk kreatifitas mahasiswa ada 300 proposal dengan wirausaha bebas tetapi harus kreatif artinya yang tidak banyak diusahakan banyak orang dengan meliputi 8 bidang, yaitu diantaranya bidang riset, bidang kewirausahaan, bidang pengabdian masyarakat, bidang penerapan iptek, bidang karsa cipta, gagasan futuristik konstrukfif, gagasan tertulis dan artikel ilmiyah.
“Jadi ini adalah program yang sangat multitalent,” katanya.
Disebutkan, di tahun 2022 ini ada 309 mahasiswa penerima bantuan pendidikan KIP-Kuliyah di UM Purworejo, naik dari tahun 2021 dengan jumlah 206 mahasiswa.
“Alhamdulillah ada ratusan mahasiswa memang butuh diberi fasilitas beasiswa dan kami dipercaya untuk menyalurkan itu, dan kegiatan ini diikuti oleh salah satunya mereka yang punya kartu KIP, lalu putra putri PKH, lalu yang tinggal di panti asuhan dengan surat keterangan dari panti asuhan, lalu mereka yang pendapatan rata- rata orang tuanya itu di bawah 4 juta cukup dengan SKTM mereka punya peluang untuk memperoleh beasiswa seperti pemegang kartu KIP.,” sebutnya.
Tak hanya itu, mahasiswa difabel juga memiliki kesempatan yang sama, dan UM Purworejo tahun ini kembali menerima mahasiswa difabel.
“Tahun ini tahun kedua ada difabel, dan Kementerian juga memberikan fasilitasi kepada mereka mesti tidak banyak. Tahun kemarin kami mendapat 10 orang mahasiswa, tahun ini naik menjadi 11 dan total ada 21 mahasiswa difabel,” jelasnya.(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








