EkonomiPemerintahanSeni BudayaWisata

Tradisi Grebeg Lowano, Kenang Perjuangan 9 Adipati Loano

714
×

Tradisi Grebeg Lowano, Kenang Perjuangan 9 Adipati Loano

Sebarkan artikel ini
Ribuan warga masyarakat tumpah ruah mengikuti Tradisi Grebeg Lowano di Desa Loano Kecamatan Loano, Purworejo Jawa Tengah.
Ribuan warga masyarakat tumpah ruah mengikuti Tradisi Grebeg Lowano di Desa Loano Kecamatan Loano, Purworejo Jawa Tengah.

PURWOREJO, purworejo24.com – Ribuan warga masyarakat tumpah ruah di sepanjang Jalan Raya Provinsi Purworejo-Magelang, tepatnya di Desa Loano Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.

Ribuan masyarakat tersebut antusias mengikuti tradisi kirab hasil bumi dalam acara Grebeg Lowano. Acara yang diselenggarakan tiga tahun sekali tersebut dilakukan untuk mengenang perjuangan 9 Adipati yang pernah memimpin Lowano.

Kades Loano, Sutanto, mengatakan, kegiatan itu merupakan usaha desa dalam nguri-uri tradisi leluhur. Selain itu, Grebeg Lowano juga untuk mengenang kembali perjuangan para adipati yang pernah memimpin Kadipaten Lowano pada zaman dahulu

“Sembilan adipati, mulai Pangeran Haryo Bangah yang mendirikan Kadipaten Lowano sekitar tahun 1200 Masehi, hingga Adipati Gagak Handoko. Grebeg menjadi sarana mengenalkan kearifan lokal Loano kepada masyarakat,” kata Sutanto, Minggu 11 September 2022.

Ia menyebut, pertama kali diadakan kegiatan ini namanya bersih desa pada tahun 1942. Kegiatan ini sempat berhenti puluhan tahun dan baru diadakan kembali pada tahun 2010 hingga sekarang.

Kegiatan tersebut tambah meriah dengan hadirnya Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Forkopimcam Loano serta unsur terkait lainnya.

Dalam kunjungannya Wabup mengapresiasi dilaksanakannya Tradisi Grebeg Lowano ini. Ia mengatakan, Grebeg Lowano ini bukan saja sebagai salah satu nguri-nguri budaya, tetapi diharapkan mampu menarik wisatawan untuk datang ke Purworejo.

“Saya berharap Tradisi Grebeg Lowano ini bisa terus terselenggara di tahun-tahun mendatang, bukan saja sebagai salah satu bagian dari upaya penghormatan kepada leluhur sekaligus ‘nguri-uri’ budaya lokal, tetapi juga menjadi agenda wisata di Kabupaten Purworejo, yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” Katanya

Tidak hanya Grebeg Lowano, Rangkaian upacara adat seperti Tandang Pawiyatan (tanda memulai acara dengan pengibaran umbul-umbul bendera hitam), berziarah ke makam Adipati Loano, pengajian, Petik Tirta (mengambil air dari tujuh mata air), Bedhol Pusaka dan pengambilan pusaka peninggalan leluhur juga dilaksanakan oleh pemerintah desa ini. Wabup menambahkan kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat Desa Loano sangat tanggap dan responsif dengan program yang sering disosialisasikan.

Seperti program satu desa satu produk (one village one product), Romansa Purworejo dan sebagainya, yang tentunya akan sangat mendukung peningkatan daya saing di era global menuju kesejahteraan bersama.

“Terlebih dengan adanya beberapa proyek strategis nasional di Purworejo dan sekitarnya, yang tentunya akan menambah aktivitas ekonomi di Kabupaten Purworejo, kita harapkan masyarakat dapat merespon dengan kegiatan positif seperti ini,” tandasnya.(P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.