PURWOREJO, purworejo24.com – Isu kenaikan BBM akhir-akhir ini santer terdengar bahkan hingga masyarakat. Beragam tanggapan muncul saat isu ini mencuat beberapa waktu yang lalu.
Masyarakat umum dan para sopir angkot pun ikut terdampak jika nantinya BBM subsidi benar-benar naik. Bahkan sebelum diumumkan, warga sudah berbondong-bondong menyetok BBM dikendaraan mereka masing-masing.
Seperti diberitakan sebelumnya, di Kabupaten Purworejo masyarakat sudah berbondong-bondong membeli BBM dibeberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Bahkan antrean di 2 SPBU besar di Purworejo mengular hingga badan jalan. Seperti yang terlihat di SPBU Jalan WR Supratman No.183, Cangkreplor, Kecamatan Purworejo dan SPBU Suronegaran.
Sri Pujiono salah satu Sopir Angkot jurusan Purworejo – Kutoarjo mengaku menyetujui tentang isu kebijakan kenaikan BBM. Ia akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk tarif Angkot misalnya, ia belum akan menaikkan harga sebelum ada kebijakan kenaikan tarif dari paguyubannya. Sampai saat ini ia juga masih menunggu kebijakan pemerintah terkait naiknya BBM bersubsidi.
“Ya biasa saja, kita setuju aja naik. Untuk tarif Angkot kita tunggu informasi,” katanya.
Salah satu warga Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Eva Destian mengaku keberatan jika memang BBM subsidi benar-benar akan dinaikkan. Kenaikan BBM Subsidi lanjut Eva, dapat memengaruhi harga bahan pokok yang saat ini sudah mulai merangkak naik.
“Kalau BBM naik ya semua (bahan pokok) ikut naik mas, semua pasti pada ribut apalagi infonya naiknya banyak,” katanya pada Kamis (1/8/2022).
Eva menambahkan, isu kebijakan menaikkan BBM pasca pandemi ini perlu dikaji ulang pemerintah. Pasalnya banyak warga yang masih mendapatkan gaji dibawah rata-rata.
“Gak semua orangkan dapat gaji yang banyak, apalagi setelah Pandemi” katanya.
Tjahyo Birat Wisnu Wardana, Pengawas SPBU Cangkreplor mengatakan, peningkatan jumlah pembeli BBM di SPBU tersebut sudah terjadi sejak 3 hari yang lalu. Seiring dengan isu kenaikan BBM yang semakin santer, masyarakat banyak yang terlihat membeli BBM sebelum mengalami kenaikan.
“Kita amati sejak dua hari ini sudah ada peningkatan terutama sepeda motor, sudah ada lonjakan antrean,” katanya saat dikonfirmasi dilokasi SPBU.
Tjahyo mengaku, terkait pemberitahuan secara resmi kenaikan BBM pihaknya masih menunggu arahan dari pusat. Ia menyebut, pihaknya juga sempat kehabisan stok BBM karena pasokan sempat tersendiri.
“Kemarin sempat tersendat karena proses kiriman, tapi alhamdulillah setelah sempat kehabisan BBM datang dan kembali normal,” katanya.(P24/Bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








