EkonomiPendidikanReligiSeni BudayaSosialWisata

Spesial Kemerdekaan, JPPPM Angkat Fesyen Pesantren Lewat Fashion Show

221
×

Spesial Kemerdekaan, JPPPM Angkat Fesyen Pesantren Lewat Fashion Show

Sebarkan artikel ini
JPPPM Angkat Fesyen Pesantren Lewat Fashion Show
JPPPM Angkat Fesyen Pesantren Lewat Fashion Show

PURWOREJO, purworejo24.com – Dalam rangka menyambut ulang tahun Jamiyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Muballighoh (JPPPM) ke 6 dan memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia, organisasi para nyai pengasuh pondok pesantren dan muballighoh tersebut menggelar Fashion Show untuk mengangkat fesyen pesantren.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Irun Maulana, owner Li Scarf sekaligus sebagai Ketua bidang ekonomi JPPPM. Fashion show tersebut diadakan juga untuk membranding beberapa brand fesyen dari kalangan pesantren.

“Sudah waktunya brand fasyen dari pesantren menjangkau market yang lebih luas, yakni bukan hanya bagi lingkungan pesantren saja, akan tetapi dapat menjangkau market secara global,” kata Irun Maulana saat di konfirmasi di outlet nya pada Sabtu (13/8/2022).

Tak tanggung-tanggung, Fashion Show produk pesantren ini yang diadakan di Ambarukmo Plaza, pada Jumat malam (12/8/2022). Dalam pelaksanaannya JPPPM juga menggandeng LMar dan Arby Vembira Modelling schooll.

Setidaknya terdapat 12 brand fesyen dari desainer pesantren yang karyanya ditampilkan dalam fashion show. Beberapadiantaranya yakni Noo & Nee By Kuni Maimun, Ghaleey Id feature Li Scarf, L Rayyya Signature, Aywaa By Urayfa Aqyasi, Masitah By Arin, Chika & Maza, Feyzagallery By Icha Firdausi, Sharma Boutique By Najhaty Sharma, Anjani Store By Anjani Sabila, NZ Kaftan By Nadira HB & Zil HB, Majmal By Ana Farhasy, Qeen By Ifa dan Minoed By Fikhris.

“Dengan tema “campaign for the spirit of small medium fashion enterpreneurs”, produk dari desainer yang kita tampilkan turut menjadi bagian dukungan semangat kami untuk Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM bidang fesyen ,” katanya.

Irun maulana mengatakan di moment hari kemerdaan para desainer menampilkan motif yang berhubungan dengan kemerdekaan. Diantaranya motif army atau tentara, motif merah putih, dan motif bunga karena Indonesia dikenal sebagai negara tropis yang menyimpan beragam jenis bunga.

“Semua motif itu kami padu padankan menjadi busana yang apik yang luwes dikenakan semua kalangan, tidak hanya kalangan pesantren saja,” katanya.

Fetra Nur Hikmah selaku sekretraris II JPPPM berharap gelaran Fashion Show dari brand kalangan pesantren ini mampu memberikan inspirasi dan motivasi kepada para santri terutama keluarga pesantren untuk dapat berani mewujudkan karya-karyanya didunia fesyen.

Gelaran Fashion Show ini disaksikan langsung oleh Lia Mustafa desainer senior asal Yogyakarta, owner sekaligus desainer House Of LMar. Lia mengapresiasi dan bangga atas gelaran fashion show yang diselenggarakan JPPPM dan berharap karya fashion dari kalangan pesantren ini mampu menjadi trend busana muslim dunia,

“Saya rasa fesyen Indonesia tidak bisa hanya didominasi oleh kalangan tertentu saja, masyarakat luas khususnya kalangan pesantren pun berhak untuk bisa memberikan apapun yang ingin dicapai oleh Indonesia terhadap trend busana muslim,” katanya (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.