Warga Manisjangan Gelar Kirab Tirakatan Suroan, Seribuan Orang Tumpah Ruah di Jalan

oleh -
Seribuan warga Dusun Manisjangan Desa Seren Kecamatan Gebang, Purworejo ikuti Tiarkatan Suroan
Seribuan warga Dusun Manisjangan Desa Seren Kecamatan Gebang, Purworejo ikuti Tiarkatan Suroan

GEBANG, purworejo24.com – Seribuan warga Dusun Manisjangan Desa Seren Kecamatan Gebang, Purworejo memeriahkan peringatan tahun baru Hijriyah tahun 1444 Hijriah atau Tirakatan Suroan. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur mereka kepada sang pencipta yang telah memberikan nikmat hingga bisa memasuki tahun baru Islam.

Tahun baru Islam yang jatuh pada hari Sabtu 30 Juli 2022 tersebut diperingati warga juga sebagai sarana untuk mendoakan agar Virus Covid-19 bisa hilang dan panen warga dusun Manisjangan mendapatkan hasil yang bagus, gemah ripah loh jinawi.

Dalam peringatan tersebut warga membuat tumpeng yang dibuat di rumah Kadus Manisjangan dan diarak sampai ke tengah dusun.

Sunardi Kepala Dusun Manisjangan menjelaskan dalam tumpeng disediakan beberapa macam sajian makanan seperti ingkung (ayam), bubur merah dan putih, serta seribuan nasi yang dibungkus daun pisang.

Setelah diarak, tumpeng didoakan oleh kyai setempat supaya warga terhindar dari marabahaya, terutama saat ini wabah Covid-19, kegiatan diisi juga dengan sholawatan/srakalan dan pada puncaknya merebutkan tumpeng dan di makan bersama-sama.

Setelah acara serimonial selesai akan ditampilkan seni kempling semalaman suntuk.

“Hal itu sebagai wujud doa kita yang kita simbolkan dengan berbagai macam bentuk makanan, kita terus melestarikan adat jawa yang luhur,” katanya.

Seribuan warga tersebut tumpah ruah di jalan dusun, berjajar sepanjang sekitar 200 meter. Masyarakat setempat menyebut acara tersebut dengan malam “tirakatan suroan” yang rutin digelar setiap tahun, namun tahun ini lebih meriah dan dihadiri sekitar seribuan orang dari dusun tersebut.

“Setiap tahun kita gelar acara Tirakatan Suroan namun bedanya kali ini kita meriahkan dengan memotong kambing, kirab menggunakan pakaian adat jawa, kalau biasanya kita potong ayam,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Kepala Desa Lukmanto, tokoh adat H. Sunarko, Sekdes, Ketua BPD, tokoh masyarakat dan lainnya.

Sementara itu kepala Desa Seren Lukmanto mengapresiasi kegiatan tersebut, menurutnya kegiatan tersebut dapat memberikan contoh bagi dusun yang lain. Kegiatan Tirakatan Suroan dapat mempererat tenggang rasa dan kerukunan antar warga.

“Kegiatan ini dapat dijadikan contoh yang baik bagi dusun yang lain, kegiatan ini bisa membuat anak-anak sejenak melupakan gadget dan dapat mempelajari adat jawa, supaya kita tidak melupakan adat yang baik dari para leluhur,” katanya.(P24/nuh)

Tinggalkan Balasan