Kebakaran

Mesin Pabrik Kayu Lapis Terbakar, PT Anugrah Karya Trisakti Rugi 150 Juta

282
×

Mesin Pabrik Kayu Lapis Terbakar, PT Anugrah Karya Trisakti Rugi 150 Juta

Sebarkan artikel ini
Petugas Pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di Pabrik kayu lapis PT Anugrah Karya Trisakti di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo
Petugas Pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di Pabrik kayu lapis PT Anugrah Karya Trisakti di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo

PURWODADI, purworejo24.com – Kebakaran yang terjadi di pabrik kayu lapis milik PT Anugrah Karya Trisakti di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo Jawa Tengah nyaris meratakan pabrik tersebut.

Akibat kejadian tersebut pihak perusahaan mengalami kerugian material kurang lebih mencapai Rp150 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Purworejo Haryono mengungkapkan kejadian tersebut berawal dari kebocoran spiral boiller yang menetes ke ruang tungku bakar.

“Setelah menerima laporan (Damkar) langsung menuju ke lokasi kejadian untuk penanganan kebakaran kemudian setibanya di lokasi kejadian  tim Damkar langsung melakukan pemadaman,” kata Haryono saat dikonfirmasi pada Senin (4 Juli 2022).

Ia menyebut kejadian yang nyaris menghanguskan pabrik tepatnya di Desa Sumberejo ini pihaknya harus meneruskan 2 unit Mobil Damkar. Dibantu para karyawan pabrik akhirnya setelah sekitar satu jam  api dapat dipadamkan.

“Kita terjunkan 10 personil untuk memadamkan kebakaran tersebut,” katanya.

Diketahui Boiller adalah salah satu alat yang ada di dalam sistem pengeringan suatu pabrik kayu lapis. Boiller digunakan menggunakan energi panas untuk mengeringkan kayu agar kandungan kadar air kayu mencapai 6% hingga 8%, sehingga kayu berkwalitas baik.

Pengeringan yang menggunakan panas uap yang dihasilkan dari boiler, didistribusikan melalui pipa ke beberapa bagian ke dalam kiln (tempat pembakaran). Pengeringan dilakukan selama 2 minggu menghasilkan penurunan kadar air kayu 40,4%, yaitu dari 47,5% menjadi 7,1%.

Hariyono menghimbau kepada masyarakat agar selalu menyediakan alat pemadam Kebakaran sederhana khususnya bagi perusahaan yang rawan terbakar.

“Sediakan alat pemadam kebakaran  APAR, ada juga alat pemadam kebakaran APAB. Baik APAR dan APAB sama-sama mempunyai sifat portable,” tandasnya.(P24/Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.