BAYAN, purworejo24.com – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Rabu 1 Juni 2022 kemarin, membawa kerugian materiil bagi warga, utamanya bagi para pelaku usaha hingga puluhan juta rupiah.
Salah satu pelaku usaha yang mengalami kerugian cukup besar itu ialah Heri Suroto, warga yang tinggal di Desa Tangkisan Kecamatan Bayan dengan usaha kacang kulit sangan. Banjir yang merendam rumahnya hingga setinggi satu meter lebih itu juga membuat barang produksi kacang sangan miliknya ikut terendam dan rusak.
Kacang kulit sebanyak 2 ton itu tak sempat diselamatkan, sehingga Heri mengalami kerugian hingga mencapai 30 juta.
“Dengan adanya bencana banjir ini sangat prihatin karena dagangan saya terendam semua, tidak sempat mengamankan. Dagangan yang rusak 2 ton ini kerugiannya sebesar Rp30 juta.
Harapannya ada perhatian dinas instansi terkait kepada para pelaku usaha, sehingga kami bisa melanjutkan usaha kembali,” ungkap Heri Suroto didampingi Sulastri (istri), saat ditemui di rumahnya, Kamis 2 Juni 2022.
Dikatakan, produksi kacang kulit sangan olahannya sudah merambah pasar-pasar lokal Purworejo hingga luar daerah seperti Magelang, Semarang, Kebumen, Jakarta dan beberapa kota lain. Produk kacangnya memiliki 4 label antara lain Tiga Saudara(TS), Tunggal Roso (TR), Muncul Sari (MS) dan AR. Kemasannyapun telah disesuaikan sesuai pesanan dari mulai per 1 kilo hingga 10 kilo perkemasan.
Setiap hari menyangrai kacang dengan cara khusus menggunakan pasir tertentu sehingga memiliki ciri rasa enak yang berbeda.
Kacang kulit sangan milik Heri Suroto dikenal memiliki rasa yang gurih dan renyah, sehingga banyak yang mencari. Tak heran jika banyak pedagang maupun pecinta kacang kulit sangan yang berdatangan ke rumahnya untuk membeli produknya.
Terkait banjir yang berulang, Heri Suroto berharap ada peninjauan kembali dengan adanya bangunan tanggul sungai.
“Karena setelah dibuat tanggul sungai, justru sekarang sering banjir. Aliran air atau parit atau pintu-pintu air menuju sungai kurang banyak dan kurang lebar. Sehingga air yang masuk pemukiman akan kesulitan mengalir ke sungai karena tertahan oleh tanggul sungai. Jika tidak segera ditangani tidak menutup kemungkinan banjir akan berulang dengan kasus yang sama,” harap Heri Suroto.
Hal senada juga disampaikan Basuki, yang menggeluti usaha rongsok (barang bekas) yang tinggal di Desa Tangkisan. Basuki meminta pemerintah membuat solusi untuk antisipasi agar tidak menjadi langganan banjir, karena dalam tiga bulan sudah dua kali terjadi banjir.(P24/Wid/Nuh)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








