Minim Siswa, 39 SD Negeri di Purworejo Akan Dilakukan Regrouping, Berikut Daftarnya

oleh -
Wasit Diono S.Sos., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo
Wasit Diono S.Sos., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, berencana akan melakukan penghapusan atau penggabungan Sekolah Dasar (SD) Negeri yang memiliki siswa sedikit atau minim siswa di tahun 2022 ini.

Tidak hanya satu atau dua sekolah, namun jumlahnya mencapai puluhan sekolah. Regrouping dilaksanakan salah satunya lantaran minim siswa di sekolah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, saat dikonfirmasi menyebut tercatat ada sekitar 39 SD Negeri di wilayah Kabupaten Purworejo yang digabung atau di-regroup di tahun 2022 ini. Sejumlah sekolah menjalani regrouping lantaran berlokasi di satu tempat (Desa) sehingga dilakukan penyatuan manajemen, adapun lainnya terpaksa di-regroup lantaran jumlah siswa yang minim.

“Dasar regrouping adalah Perbup no 14 tahun 2020 dengan sasaran-sasaran yaitu sekolah yang ideal, rombel dan jumlah total siswa, dengan tujuan untuk efektif dan efisien pelayanan pendidikan. Adapun jumlah sekokah yang rencana akan di-regrouping ada 39 SD,” ungkap Wasit Diono, saat dikonfirmasi pada Senin 20 Juni 2022.

Disebutkan, 39 SD Negeri yang rencana akan regrouping di tahun 2022 ini sesuai hasil sosialiasi diantaranya yaitu di Kecamatan Grabag ada SDN Trimulyo yang memiliki 49 siswa digabung ke SDN Rowodadi yang memiliki 57 siswa, SDN Duduwetan dengan 57 siswa digabung ke SDN Dudukulon yang memiliki 57 siswa, dan SDN Kalirejo dengan 57 digabung ke SDN Wonoenggal yang memiliki 59 siswa.

Untuk Kecamatan Loano ada SDN Separe dengan 64 siswa yang akan digabung ke SDN 1 Separe yang memiliki 118 siswa, lalu SDN Rimun dengan 76 siswa digabung ke SDN Kalikalong dengan 84 siswa.

Di Kecamatan Butuh ada SDN Panggeldlangu dengan jumlah 49 siswa digabung ke SDN Kaliwatukranggan yang memiliki 106 siswa, SDN Abean dengan 46 siswa akan digabung ke SDN 1 Butuh dengan 66 siswa, lalu SDN Kedungsari dengan 64 siswa akan digabung ke SDN Kedungagung yang memiliki 114 siswa.

Kecamatan Ngombol ada SDN Kaliwungu dengan jumlah 58 siswa akan digabung ke SDN Ringgit yang memiliki 105 siswa. Di Kecamatan Banyuurip ada SDN Ngadimerto dengan 46 siswa akan digabung ke SDN Banyuurip yang memiliki 50 siswa, SDN Kliwonan dengan 56 siswa akan digabung ke SDN Kertosono yang memiliki 64 siswa, lali SDN Pakisrejo dengan 65 siswa akan digabung ke SDN Tegalrejo yang nemiliki 100 siswa.

Di Kecamatan Bagelen ada SDN Semono dengan 48 siswa akan digabung ke SDN Semagung yang memiliki 110 siswa, dan SDN Semawung yang memiliki 44 siswa akan digabung ke SDN Krendetan dengan 126 siswa.

Kecamatan Pituruh ada SDN 1 Prapaglor dengan 81 siswa akan digabung ke SDN SDN 2 Prapag Lor yang memiliki 69 siswa, SDN Sikambang dengan 62 akan digabung ke SDN Kendalrejo yang memiliki 118 siswa, SDN Sambeng dengan 58 akan digabung ke SDN Megulung Kidul yang memiliki 83 siswa, dan SDN Polowangi dengan 41 siswa akan digabung ke SDN Kalikotes yang memiliki 164 siswa.

Adapun di Kecamatan Kaligesing ada SDN 3 Tlogorejoguwo dengan 35 siswa akan digabung ke SDN 1 Tlogorejoguwo yang memiliki 61 siswa, lalu SDN 1 Sudorogo dengan 58 akan digabung ke SDN 2 Sudorogo yang nemiliki 44 siswa, SDN Karangnongko dengan 50 siswa akan digabung ke SDN Kaligesing yang memiliki 103 siswa, SDN Slewah dengan 37 siswa akan digabung ke SDN 2 Jatirejo yang memiliki 94 siswa, dan SDN Pucungroto dengan 27 siswa akan digabung ke SDN Sumowono yang memiliki 85 siswa.

Kecamatan Purwodadi ada SDN Karangmulyo dengan 71 siswa akan digabung ke SDN Keduren dengan 147, lalu SDN Nampurejo dengan 57 siswa akan digabung ke SDN Maduretno yang memiliki 79 siswa.

Di Kecamatan Kemiri ada SDN Wonosari dengan 38 siswa akan digabung ke SDN Rejosari yang memiliki 99 siswa, SDN Sidodadi dengan 50 akan digabung ke SDN Kluwung yang memikiki 143 siswa, SDN Gedong dengan 50 siswa akan digabung ke SDN Rowobayem yang memiliki 107 siswa, SDN Gunungteges yang punya 32 siswa akan digabung ke SDN Sukogelap dengan 46 siswa l, SDN Gesikan dengan 60 siswa akan digabung ke SDN Paitan yang memiliki 127 siswa, lalu SDN Kemirilor dengan 63 siswa akan digabung ke SDN 1 Kemirilor yang nemiliki 105 siswa, dan SDN 1 Winong dengan 64 siswa akan digabung ke SDN 2 Winong yang memiliki 115 siswa.

Untuk Kecamatan Bayan ada SDN Besole dengan 85 siswa akan digabung ke SDN Bayan yang memiliki 156 siswa, lalu SDN Banjarejo dengan 51 siswa akan digabung ke SDN Pogungkalangan yang memiliki 84 siswa, dan SDN Botodaleman dengan 68 siswa akan digabung ke SDN Botorejo yang memiliki 61 siswa.

Di Kecamatan Gebang ada SDN 1 Bulus dengan 49 siswa akan digabung ke SDN 2 Bulus yang memiliki 64 siswa.

Di Kecamatan Purworejo ada SDN 1 Pacekelan dengan 90 siswa akan digabung ke SDN 2 Pacekelan yang memiliki 76 siswa.

Sedangkan di Kecamatan Kutoarjo ada SDN Sokoharjo dengan 52 siswa akan digabung ke SDN Tepuskulon yang memiliki 88 siswa, dan SDN Kebondaleman dengan 53 siswa akan digabung ke SDN Kiyangkongrejo yang memiliki 111 siswa.

“Saat ini sedang proses, dan harapannya ke depan semoga pembelajaran lebih efektif, efisien dalam rangka memajukan pendidikan di Kabupaten Purworejo,” pungkasnya.(P24/Wid)

Tinggalkan Balasan