EkonomiPemerintahan

Stabilkan Harga Minyak Goreng, DINKUKMP Purworejo Gelontor Puluhan Ribu Liter Minyak Goreng

213
×

Stabilkan Harga Minyak Goreng, DINKUKMP Purworejo Gelontor Puluhan Ribu Liter Minyak Goreng

Sebarkan artikel ini
Operasi Pasar Minyak Goreng
Operasi Pasar Minyak Goreng

PURWOREJO, purworejo24.com – Dalam rangka menstabilkan harga dan menjaga stok minyak goreng di Kabupaten Purworejo, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DINKUKMP) Kabupaten Purworejo menggelontorkan puluhan ribu liter minyak goreng kepada masyarakat.

Puluhan ribu liter minyak goreng yang dijual kepada masyarakat tersebut dilakukan DINKUKMP melalui operasi pasar di sejumlah pasar tradisional yang ada di setiap kecamatan di Purworejo. Total hingga hari ini dinas sudah mendistribusikan 89.440 liter minyak goreng kemasan kepada masyarakat.

Pendistribusian minyak goreng tersebut terbagi dalam 3 jenis yakni minyak goreng kemasan premium, minyak goreng kemasan sederhana dan minyak goreng curah. Untuk minyak goreng kemasan premium sudah terdistribusikan sebanyak 76.940 liter, untuk minyak kemasan sederhana sebanyak 6.000 liter dan minyak goreng curah sebanyak 6.500 liter.

“Operasi pasar kita mulai sejak 21 Februari yang lalu hingga hari ini, kita akan terus laksanakan operasi pasar. Rencana Senin di Kecamatan Bagelen, Selasa di Kecamatan Ngombol masing masing sebanyak 1.200 liter,” kata Kepala Dinas KUKMP Gatot Suprapto, Jumat 11 Maret 2022.

Operasi pasar tidak hanya dilakukan di pasar tradisional saja, namun di beberapa lapisan masyarakat agar kebutuhan minyak di Purworejo tercukupi. Diketahui tidak hanya masyarakat umum, UMKM seperti penjual gorengan dan warung-warung makan yang membutuhkan minyak juga disasar oleh dinas.

“Pelaku UMKM seperti penjual gorengan, pecel lele yang berjualan bergantung dari minyak goreng, saat ini juga baru kita data setiap kecamatan untuk mengalokasikan minyak goreng dari distributor langsung,” katanya.

“Untuk pasar pasar yang sudah kita operasi seperti Pasar Purworejo, Pasar Baledono dan Pasar Kutoarjo. Untuk kecamatan yang sudah Kecamatan Gebang, Bayan, Loano, Bener, Butuh, Kemiri, Purwodadi dan Grabag,” imbuhnya.

Gatot menambahkan, Pemerintah pusat sedang berupaya untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng di berbagai wilayah salah satunya di Purworejo. DINKUKMP Purworejo dalam melaksanakan operasi pasar bersinergi dengan distributor, Disperindag Provinsi dan Kementerian Perdagangan.

“Kepada pedagang diimbau untuk menjual minyak goreng sesuai ketentuan pemerintah. harga Eceran Tertinggi (HET) kemasan  premium Rp 14 ribu, dan minyak goreng kemasan biasa Rp13,5 ribu per liternya,” ujar Gatot.

Sementara itu Kabid Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Dinas KUKMP, Ari Wibowo, mengatakan jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah karena pihaknya akan terus melaksanakan operasi pasar bekerjasama dengan distributor asal Magelang. Direncanakan akan diadakan operasi pasar kembali pada hari Selasa dengan sasaran pedagang pasar. Rencananya di Pasar Kemiri dan Pasar Pituruh.

“Dari distributor Pelita Hati di Secang Magelang, Kalau distributor Purworejo biarlah men-supply pasar, kami akan langsung ke masyarakat. Harapannya harga di masyarakat kembali stabil, kalaupun belum setidaknya meringankan beban masyarakat,” katanya.

Sementara itu Mutingah, warga Kecamatan Bener mengaku senang dengan adanya Opera Pasar ini. Meskipun pembelian dibatasi per orang hanya boleh membawa 2 liter minyak goreng, setidaknya ia bisa membeli dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Terimakasih, walaupun tidak banyak saya mendapatkan minyak dengan harga Rp 14 ribu dan saya pulang membawa 2 liter minyak,” katanya. (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.