Pertama di Purworejo, SMK Bhakti Putra Bangsa Terjunkan Siswa Kelas 10 Praktek Kerja Lapangan

oleh -
Pembekalan siswa PKL SMK Bhakti Putra Bangsa Purworejo
Pembekalan siswa PKL SMK Bhakti Putra Bangsa Purworejo

PURWOREJO – SMK Bhakti Putra Bangsa Purworejo, Jawa Tengah, menggelar kegiatan pembekalan bagi siswa kelas 10 untuk diterjunkan dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Pembekalan tersebut diberikan sebagai bekal bagi siswa sebelum terjun langsung dalam melaksanakan praktek di lapangan yang rencana akan dilaksanakan pada awal bulan Februari 2022 mendatang.

<

Kepala SMK Bhakti Putra Bangsa Purworejo, Rahman Sudrajad, saat ditemui di sela kegiatan pembekalan menjelaskan, ada sekitar 60an siswa kelas 10 yang ikut dalam pembekalan itu dari dua jurusan yang ada yaitu jurusan Asisten Keperawatan dan jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas.

Pembekalan dilaksanakan di aula kampus SMK setempat pada Selasa tanggal 25 Januari 2022

“Baru tahun ini dan mungkin ini yang pertama di Purworejo, PKL kami berikan untuk kelas 10. Itu kami coba karena kemarin masa pandemi semua harus off di rumah dan ini merupakan modifikasi dari sekolah sesuai kebutuhan .

Dan anak-anak kelas 10 ini kami harapkan akan menjadi terbiasa dalam melayani masyarakat, biasa menghadapi masyarakat, sehingga nanti pas praktek PKL sesungguhnya di kelas 11 bisa berlangsung lebih baik dan lancar, sehingga penilaian yang ada bisa berhasil dengan baik kegiatannya,” ujar Rahman Sudrajad.

Disampaikan, sebagai persiapan bagi siswa sebelum terjun langsung melaksanakan PKL di masyarakat, siswa dibekali dengan dua jenis materi dalam pembekalan. Dua materi itu diantaranya teori publik speaking yang baik dengan mengundang public speaking yang profesional dari Kebumen yaitu Dahri Iswanto.,

Diharapkan anak-anak di lapangan nanti bisa menyampaikan ide gagasan dan tujuan kegiatannya dengan lancar dan lebih terarah sesuai bidang yang diikuti materi tentang Posyandu dan Posbindu yang disampaikan oleh petugas Puskesmas Butuh yaitu Hetty Purnamasari, S.Km.

“Kegiatan ini kami modifikasi dari kurikulum yang ada yaitu bahwa PKL itu dilaksanakan selama 6 bulan namun kita bagi untuk kelas 11 selama 4 bulan dan untuk kelas 10 ini selama 2 bulan. Modifikasi kurikulum ini kita berlakukan mulai tahun ini,” jelasnya.

Dijelaskan, untuk kelas 10 dalam praktek lapangan nantinya akan ditempatkan di Posyandu/Posbindu di setiap desa masing-masing dimana anak tinggal. Adapun untuk anak-anak kelas 11 melaksanakan PKL di tempat layanan kesehatan seperti rumah sakit, Puskesmas, apotik serta tempat pelayanan kesehatan yang lain.

“Untuk kelas 11 sudah kami terjunkan sejak bulan lalu di beberapa tempat seperti di Bruno, Purwodadi, Kaligesing dan Krendetan, sedangkan untuk kelas 10 baru akan dilaksanakan pada awal Februari 2022 mendatang,” bebernya.

Ditambahkan, untuk sebaran PKL, pihak sekolah menempatkan para siswa dengan melihat domisili atau tempat tinggal anak yaitu tempat PKL menyesuikan di mana tempat tinggal anak berada dengan tujuan tidak merepotkan anak sehingga tidak harus indekos karena berada di tempat yang jauh.

“Untuk penilaian baik PKL untuk kelas 10 maupun kelas 11 kami serahkan kepada pengelola tempat praktek sehingga anak- anak bisa bersinergi dengan tempat praktek dan menyesuaikan dengan tempat praktek, sehingga anak-anak bisa mendapatkan nilai yang baik,” tambahnya.

Untuk pelaporan nantinya anak-anak akan membuat pelaporan kegiatan baik secara harian maupun secara total kegiatan.

“PKL kelas 10 ada sekitar 60 siswa, kemudian untuk kelas 11 ada 80 siswa. Sedangkan untuk kelas 12 berkegiatan di sekolah untuk menyelesaikan persiapan ujian sehingga fokus belajar di sekolah,” katanya.

Pihaknya berharap, dengan PKL itu bisa membekali anak-anak untuk bisa terjun langsung praktek dalam pelayanan kesehatan di masyarakat, karena anak-anak ini nantinya diharapkan bisa menjadi calon tenaga kesehatan yang mumpuni, bertanggung jawab dan punya jiwa sosial yang tinggi, humanis yang bagus sehingga akan lebih siap dalam terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya.(P24/Wid)

Tinggalkan Balasan