Eksis dan Berprestasi, Grup Seni Kuda Lumping Budi Utomo dan Seni Karawitan Laras Siwi Terima SKT dari Dikbud Purworejo

oleh -
Grup Kesenian Kuda Lumping Budi Utomo Kroyo Lor
Grup Kesenian Kuda Lumping Budi Utomo Kroyo Lor

PURWOREJO, purworejo24.com – Dua grup kesenian asal Desa Kroyo Lor Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yaitu grup Kesenian Kuda Lumping Budi Utomo dan Grup  Kesenian Karawitan Laras Siwi, mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo.

<

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, mengatakan, kedua grup itu mendapatkan SKT karena dinilai eksis dan berprestasi. Desa Kroyo Lor memilik grup Kesenian Karawitan Laras Siwi yang berdiri sejak tahun 2007 lalu.

Grup itu berprestasi di setiap ajang baik tingkat Kabupaten dan Provinsi grup karawitan ini tetap eksis dan berprestasi sampai saat ini. Di Tahun 2009 group itu dapat juara I tingkat Kabupaten, lalu pada tahun 2012 Juara I Tingkat Kabupaten, Juara I tingkat Karasidenan, dan juara 2 tingkat Provinsi, ajang lain yang pernah diikuti yaitu PORSENI, lomba tingkat Provisi di UNNES Semarang, lomba di Universitas Sanata Dharma, dan lain-lain.

“Kelompok kesenian yang ada di Kroyo Lor ini semangatnya luar biasa, sempat beberapa waktu lalu tidak aktif dikarenakan pandemi, sekarang sudah mulai aktif kembali dan rutin latihan,” kata Woro, pada Jumat 14 Januari 2022.

Disampaikan, grup Kesenian Karawitan Laras Siwi SD Negeri Kroyo Lor merupakan grup kesenian yang sudah sering juara di tingkat provinsi dan antar provinsi. Semangatnya yang luar biasa dari anak-anak siswa SD juga sangat membanggakan.

“Harapannya teman- teman dari grup kesenian selalu semangat dan terus melatih kemampuan dalam berkesenian,” harapnya.

Tokoh yang dituakan dalam grup itu, Ngadiso dan Subandi menambahkan, grup Kesenian Kuda Lumping Budi Utomo Desa Kroyo Lor, berdiri sejak tahun 1956. Grup itu sempat vakum lama dan mulai aktif kembali tahun 2005.

“Kesenian kuda lumping itu menceritakan tentang perang Diponegoro dengan jumlah prajurit sembilan melambangkan wali songo,” tambahnya.

Kesenian kuda lumping Budi Utomo memliliki dua tarian yaitu Tarian Klasik dan Tarian Kreasi pencak. Tarian Klasik biasanya digunakan untuk pembukaan sedangkan Tari Pencak merupakan tari perang prajurit melambangkan perang Diponegoro menunggangi kuda dengan jumlah prajurit 3 orang.

“Peminat kesenian kuda lumping Budi Utomo ini tidak hanya dari kalangan pemuda, namun anak-anak juga sangat antusias. Sehingga grup ini mempersilahkan untuk siapa saja yang berminat bergabung dari berbagai kalangan,” pungkasnya.(P24/Wid)