PURWOREJO, purworejo24.com – Ahmad Ali Adhim, M.Pd.I., founder media Dawuh Guru dan CEO Belibis Pustaka didatangkan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam rangka seminar untuk menggarap literasi di Purworejo. Seminar Media yang bertajuk “How to maximize social media movement for change” diikuti puluhan kader dan anggota PMII.
Acara Seminar Media dibuka oleh K.R.M. Maulana Alwi selaku perwakilan Mabincab PC PMII Purworejo dan dihadiri oleh Galuh Bakti Pertiwi, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfostasandi serta kader dan anggota dari 3 komisariat di bawah naungan PMII Purworejo diantaranya PMII Komisariat An-nawawi, Komisariat Imam Puro dan Komisariat Ahmad Dahlan.
“Dewasa ini anak kecil pun dapat mengeksplore masa bermainnya dengan media, hal itu menjadi tantangan orang tua khususnya dan masyarakat pada umumnya,” kata K.R.M. Maulana Alwi pada Senin 17 Januari 2022.
K.R.M. Maulana Alwi berharap dengan diadakannya seminar ini PMII Purworejo dapat menyediakan konten-konten yang ramah anak. Kegiatan ini lanjutnya, jika dapat dimaksimalkan akan dapat dimanfaatkan seluruh anggota dan kader untuk membenahi diri karena tantangan bermedia sosial semakin kompleks.
“Saya berharap semua kader dan anggota dapat memaksimalkan dan mengambil manfaat dalam ber-PMII lewat jalur bermedia,” harapnya.
Pemateri Ahmad Ali Adhim, M.Pd.i., founder media Dawuh Guru dan CEO Belibis Pustaka menyampaikan kepada para peserta agar tidak mengikuti tren yang sedang hits. Namun PMII harus menciptakan kultur yang berkarakter PMII yang berlatar belakang Ahlusunah wal Jamaah.
“Dalam bermedia era sekarang kita jangan terbawa arus teknologi untuk mengikuti tren, tetapi bangunlah karakter anda melalui teknologi,” katanya.
Satrio Tegar Imani, Ketua PC PMII Purworejo mengatakan bahwa tantangan ke depan adalah setiap media di PMII Purworejo mampu memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas dibarengi dengan perkembangan pengelolaan dan manajemen yang baik. Setiap media di PMII dituntut memiliki konten yang bermutu berbobot.
Menurutnya media sosial adalah lahan Jihad bagi setiap anggota dan kader yang memang membutuhkan konsistensi dan ketekunan yang tinggi dan merupakan alat untuk melakukan perubahan-perubahan di masyarakat.
“PMII Purworejo tidak menutup diri kepada perkembangan media sosial dibuktikan dengan berkembangnya media sosial di setiap komisariat di bawah naungan PMII Purworejo diantaranya ToCare An-Nawawi di bawah naungan PMII An-Nawawi, Pena AD di bawah naungan PMII Ahmad Dahlan, dan KlikMedia di bawah naungan PMII Imam Puro kesemuanya sebagai ladang jihad kader dalam perjuangan,” katanya saat memberikan sambutan di Auditorium STAINU Purworejo.
Galuh Bakti Pertiwi, mewakili Stephanus Aan Kepala Dinkominfo menyampaikan bahwa peranan media sosial dan digitalisasi sangat penting. Pihaknya menyambut baik kegiatan PMII yang akan menggarap literasi di Purworejo secara serius.
“Program-program yang dicanangkan salah satunya adalah Program Pembinaan dan Pengembangan Website Desa dan Cangkir Kopi yakni diskusi tematik dengan berbagai narasumber yang menarik dan up to date,” katanya. (P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








