EkonomiLingkungan HidupPemerintahanPolitikSosial

Gelar Spanduk “Purworejo Tidak Baik-baik Saja”, Rakyat Bergerak Purworejo Suarakan Isu Wadas dan Bendungan Bener

115
×

Gelar Spanduk “Purworejo Tidak Baik-baik Saja”, Rakyat Bergerak Purworejo Suarakan Isu Wadas dan Bendungan Bener

Sebarkan artikel ini
Aksi Damai Rakyat Bergerak Purworejo di Pojok Alun-alun Purworejo
Aksi Damai Rakyat Bergerak Purworejo di Pojok Alun-alun Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Sejumlah anak muda yang menyebut dirinya “Rakyat Bergerak Purworejo” menggelar aksi damai di Bundaran Gunungan pojok Alun-alun Purworejo. Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan isu soal Wadas dan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener.

Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk bertuliskan ‘Purworejo Tidak Baik-baik Saja’. Secara bergantian, peserta yang didominasi aktivis mahasiswa ini menyampaikan orasi terkait sejumlahpersoalan yang ada di Purworejo. Mereka berharap suara mereka didengar oleh masyarakat.

Koordinator aksi, Nashih Mi’ Rojul Fikri mengungkapkan bahwa unjuk rasa tersebut diikuti tidak hanya dari kalangan mahasiswa saja. Tapi juga anak-anak muda yang tergerak hatinya melihat ketidakadilan di sekitar mereka.

“Kami di sini berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang mahasiswa, pekerja hingga aktivis pemuda yang memiliki kegelisahan yang sama terkait ragam persoalan di Purworejo,” kata Rojul kepada Purworejo24.com pada Kamis 23 Desember 2021.

Disampaikannya, aksi unjuk rasa itu merupakan bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara mereka yang hingga kini masih gigih berjuang mempertahankan tanahnya yang akan di eksploitasi untuk pembangunan Bendungan Bener yakni di Desa Wadas Kecamatan Bener.

“Kami mengutuk keras tindakan represif berupa teror maupun intimidasi terhadap warga Desa Wadas yang terus berjuang mempertahankan tanah milik mereka sendiri,” ujar Rojul dalam orasinya.

Dikatakan Rojul, tindakan kesewenang-wenangan tersebut tidak boleh terulang kembali. Pasalnya, semuanya ia yakin memiliki keinginan yang sama. Yakni kehidupan yang aman dan damai.

“Kami sama sekali tidak menolak adanya proyek Bendungan Bener. Namun pelaksanaannya harus sesuai dengan mekanisme aturan perundang-undangan yang berlaku. Misalnya, adanya amdal yang tidak melibatkan warga sebagai pemilik sah lahan yang akan di eksploitasi itu,” katanya.

Secara umum, imbuh Rojul, aksinya juga ditujukan kepada seluruh warga yang terdampak proyek Bendungan Bener. Rojul menambahkan, aksi terus tersebut akan terus digelar selama ketidakadilan masih dirasakan oleh masyarakat Purworejo khususnya warga Wadas serta masyarakat terdampak proyek Bendungan Bener.

“Kami menuntut agar jangan sampai rakyat menjadi korban. Keadilan harus ditegakkan,” katanya.

Dijelaskan, dalam kasus agraria, warga selalu menjadi korban. Warga yang mendukung dan menolak selalu ditempatkan di posisi saling berhadapan. Konflik horizontal yang terjadi kadang justru lebih menyakitkan dibandingkan proses pembebasan tanah itu sendiri.

“Dalam posisi ini warga sangat membutuhkan kehadiran pemerintah dalam hal ini Bupati,” jelasnya.

Rojul berharap, permasalahan di Wadas bisa segera selesai, dengan kebijakan yang tidak menciderai keadilan bagi warga.

“Intinya warga sangat rindu perhatian pemerintah, jangan hanya mengandalkan kepolisian di depan yang kadang justru kontra produktif ketika berhadapan dengan warga,” harapnya.(P24/Bayu/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.