Kementrian Kominfo Kembangkan Tranformasi Digital untuk Petambak Udang
Sebarkan artikel ini
Penen Udang Simbolis di di lapangan Desa Jogoresan Kecamatan Purwodadi, Purworejo
PURWODADI, Purworejo24.com – Potensi dari pendapatan sektor maritim di Purworejo terbilang cukup besar salah satunya dalam sektor tambak udang. Untuk hal itu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan JALA Tech mengembangkan transformasi digital untuk petambak udang.
Koordinator Inisiatif Digital Sektor Strategi I Kementerian Komunikasi dan Informatika, Wijayanto mengungkapkan, program panen petambak digital di Purworejo sudah berjalan selama enam bulan dengan hasil yang memuaskan berkat tranformasi digital yang sudah mulai dijalankan. Kominfo telah merancang beberapa inisiasi digitalisasi pada enam sektor strategis, salah satunya di sektor maritim. Sektor strategis maritim diklasifikasikan ke dalam dua macam proses yaitu perikanan tangkap dan perikanan budidaya.
“Hari ini kita sudah bisa menggunaan teknologi seperti memprediksi dan memantau pH cuaca, kadar salinitas, kadar air dan penyakit dalam air sehingga dapat menambah potensi penghasilan petambak,” katanya kepada Purworejo 24.com usai kegiatan panen tambak digital pada Kamis (25/11/2021).
Penen Udang Simbolis di di lapangan Desa Jogoresan Kecamatan Purwodadi, Purworejo
Tidak hanya itu pihaknya juga memberikan edukasi kepada puluhan petambak udang yang ada di sekitaran pantai selatan seperti Grabag, Purwodadi, dan Ngombol. Kegiatan edukasi dilakukan di lapangan Desa Jogoresan Kecamatan Purwodadi serta mengundang beberapa stake holder yang ada seperti Kementerian Kominfo, KKP, Dinas Pertanian Kabupaten Purworejo serta Forkopimcam.
Data yang diperoleh purworejo24.com, dari sektor tambak yang mempunyai garis pantai sepanjang 22 KM, lima Tempat Pelelangan Ikan (TPI), penghasilan Kabupaten Purworejo terbilang cukup besar. Pada tahun 2020 sendiri produksi udang Vaname mencapai 2.798 ton dengan nilai lebih dari 147 miliar.
Sementara itu Asisten Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Pemkab Purworejo, Budi Harjono mengungkapkan, pada tahun 2020 di wilayahnya terdapat 380 orang pembudidaya udang Vaname. Budidaya udang di wilayah pesisir pantai selatan ini sudah dimulai sejak tahun 2010 yang lalu dan saat ini semakin berkembang.
“Luas lahan budidaya udang di Kabupaten Purworejo kurang lebih seluas 400 Ha,” kata Budi Harjono
Alex Medi Triyono, salah satu petambak mengaku setelah menggunakan aplikasi dari JALA Tech dirinya mampu meminimalisir kematian dari benur atau bibit udang. Dengan aplikasi dia dapat memantau setiap saat kandungan air untuk tambak miliknya.
“Setidaknya kita bisa mengetahui lebih dini dan bisa mengantisipasi penyebab kematian bibit udang,” katanya.
Menurut pakar perikanan Adi Nusa Patria, dari JALA Tech, pihaknya saat ini di Purworejo mendampingi 38 kolam dari 27 petambak. Pendampingan dilakukan dengan hasil penelitian sementara ada beberapa kolam yang dapat menghasilkan 1,1 kg per meter persegi nya artinya 11 ton per hektar.
“Baru berjalan 2 siklus progam kami di Purworejo dan rencananya tidak berhenti, kita berencana membangun sentra dengan melibatkan unsur-unsur yang terkait dengan petani tambak,” pungkasnya. ( P24-byu)