Ini Sederet Prestasi SDN Sebomenggalan yang Akan Digusur Dijadikan Hotel
Sebarkan artikel ini
SDN Sebomenggalan Purworejo yang rencana akan digusur dijadikan Hotel
PURWOREJO, purworejo 24.com – Prestasi sebuah sekolah merupakan salah satu alasan orang tua siswa menyekolahkan di sekolah favorit. Hal tersebut juga menjadi alasan puluhan wali murid menolak penggusuran SDN Sebomenggalan yang akan dijadikan hotel oleh pemerintah Kabupaten Purworejo.
Sugeng, salah satu Komite SDN Sebomenggalan mengungkapkan banyak prestasi yang telah diraih sekolahnya bahkan hingga tingkat tingkat provinsi. Hal tersebut yang menjadi faktor utama para wali murid menyekolahkan anaknya di SD tersebut.
“SD Sebomenggalan sebagai SD inti gugus “Ahmad Yani” telah meraih prestasi sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri tahun 2018,” katanya kepada Purworejo 24 com pada Rabu (17/11/2021).
SD Sebomenggalan Purworejo
Beberapa prestasi yang telah diraih diantaranya mendapat medali perak KSI tingkat SD/MI se-Indonesia, juara 1 Popda cabang renang 100 M gaya kupu-kupu, 200 M gaya ganti, 100 M gaya punggung, dan 50 M gaya bebas, juara 1 tingkat provinsi pada lomba renang provinsi dan Taruna Jateng. Peringkat 1 olimpiade sains, peringkat 3 olimpiade matematika, juara olimpiade sains Nasional, juara lomba literasi, peringkat 1 tournamen silat kelas C dan D, peringkat 3 silat kelas B dan masih banyak prestasi lainnya.
“Kita juga membuat buletin sekolah sebagai wujud kesadaran literasi siswa. Kita juga mengikuti lomba Krenova tahun 2016 mendapatkan penghargaan sebagai inventor termuda. Serta perakitan alat charger HP dengan sepeda oleh murid kelas 6 yang tayang di salah satu stasiun tv,” katanya.
Sugeng menambahkan Sekolah Dasar Negeri Sebomenggalan didirikan pada tahun 1969 dengan luas bangunan sekitar 1378 m². Sekolah yang beralamatkan di Jalan Kolonel Sugiono No. 64 Purworejo ini merupakan SD Induk “Gugus Ahmad Yani” dengan 7 SD Imbas, yaitu; SDN Kepatihan, SDN Maria, SDN Mranti 1, SDN Mranti 2, SDN Paduroso, SDN Mudal dan SDN Penabur.
“Keberadaan sekolah yang strategis, yaitu di tengah kota Purworejo membuat SDN Sebomenggalan dapat dijangkau dengan mudah,” katanya.
Sugeng menambahkan meski demikian, pencemaran lingkungan perkotaan yang kerap kali menjadi masalah dapat diminimalisir dengan mengusahkan
lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan indah. Dengan demikian, siswa-siswi SDN Sebomenggalan akan merasa nyaman dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan senang untuk berada di lingkungan sekolah yang asri.
“Pada tahun ajaran 2015/ 2016 jumlah siswa SDN Sebomenggalan mencapai 198 siswa. Adapun tenaga pengajar di SDN Sebomenggalan saat ini adalah 9 Guru, 4 PNS dan 4 Wiyata Bakti, 1 Penjaga Sekolah. Selain guru, siswa dan penjaga sekolah, usaha Pelestarian Lingkungan Hidup di SDN Sebomenggalan juga sangat didukung oleh Komite Sekolah dan paguyuban masing-masing kelas,” katanya.
Sebagai Sekolah Adiwiyata SDN Sebomenggalan telah menerapkan kurikulum berbasis lingkungan, dengan mengintegrasikan Budaya Lingkungan pada beberapa mata pelajaran dan pemberian mata pelajaran tambahan Mulok Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). SDN Sebomenggalan juga tengah mengupayakan pengelolaan sarana pendukung pendidikan yang ramah lingkungan sehingga aman dan nyaman digunakan. (P24-bayu)