HukumPemerintahanSosial

Komnas HAM Turun ke Wadas Tindak lanjuti Laporan Intimidasi Warga

51
×

Komnas HAM Turun ke Wadas Tindak lanjuti Laporan Intimidasi Warga

Sebarkan artikel ini
Beka Ulung Hapsara, Komisioner Komnas HAM melakukan penegcekan di lapangan terkait laporan adanya intimidasi yang disampaikan oleh kelompok Gempadewa dan Wadon Wadas.
Beka Ulung Hapsara, Komisioner Komnas HAM melakukan penegcekan di lapangan terkait laporan adanya intimidasi yang disampaikan oleh kelompok Gempadewa dan Wadon Wadas.

PURWOREJO, Purworejo 24.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendatangi desa Wadas Kecamtan Bener Purworejo, Jawa Tengah setelah beberapa hari yang lalu menerima pengaduan dari warga Wadas. Pengaduan itu terkait dugaan perusakan lingkungan serta intimidasi yang dialami warga atas rencana penambangan batu andesit untuk pembangunan Bendungan Bener.

Selasa, (29/9/2021) Komnas HAM turun ke lapangan langsung mengecek keadaan di Desa Wadas pasca laporan warga tersebut. Tidak hanya itu Komnas HAM juga bertemu Bupati dan para pimpinan Forkopimda Kabupaten Purworejo hari ini di Kantor Bupati Purworejo.

Beka Ulung Hapsara, Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM menjelaskan kedatangan untuk mengecek langsung di lapangan terkait laporan adanya intimidasi yang disampaikan oleh kelompok Gempadewa dan Wadon Wadas. Pihaknya juga masih menyelidiki dampak-dampak yang terjadi di Desa Wadas yang terdampak penambangan untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional Bendung Bener.

“Untuk itu kami berkunjung ke lokasi Desa Wadas secara langsung situasinya seperti apa, apa tuntutan warga, termasuk dampak-dampak yang dialami oleh warga,” katanya kepada Purworejo24.com usai audiensi dengan Forkopimda Kabupaten Purworejo pada Selasa (28/09/2021)

Beka Ulung Hapsara mewakili Komnas HAM juga menyampaikan pihaknya tengah meminta keterangan kepada Forkopimda Kabupaten Purworejo dan BBWS mengenai persoalan yang ada di Desa Wadas. Menurut ulung, usai pertemuan di kantor bupati Purworejo bahwa Forkopimda Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk menyelesaikan masalah yang ada di Desa Wadas tanpa menggangu Proyek Bendungan Bener.

“Hari ini kita baru meminta keterangan kepada bupati, Kapolres dan yang lain termasuk BBWS,” katanya.

Pihaknya menegaskan langkah selanjutnya yang akan dilakukan Komnas HAM adalah meminta keterangan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang. Beberapa poin yang nantinya akan ditanyakan ke Gubernur antara lain rencana Pemprov Jateng terkait situasi yang terjadi di Wadas, termasuk tanggapan dari upaya hukum yang dilakukan oleh warga yang saat ini sedang melakukan banding pasca kalah di PTUN beberapa waktu yang lalu.

“Kami melihat betul warga menggantungkan hidup mereka kepada lahan yang ada di situ, artinya lahan pertanian mereka,” katanya.

Sementara itu saat Komnas HAM ber audiensi dengan Forkopimda warga Wadas yang Pro penambangan Quarry di desanya menggelar aksi didepan kantor Bupati Purworejo. Para demonstran menunjukkan sikap dukungannya terhadap polisi yang dianggap  telah mengintimidasi oleh warga yang kontra dengan penambangan di desa Wadas. Puluhan poster dukungan dibentangkan oleh peserta aksi ditambah dengan orasi-orasi dukungan kepada pemerintah. (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.