UMP Raih Dana Hibah Kemendikbud untuk Pembibitan Sambiloto Menggunakan Pot Limbah Gergajian Kayu
Sebarkan artikel ini
Pembibitan Sambiloto Menggunakan Pot Limbah Gergajian Kayu oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa PM Universitas Muhammadiyah Purworejo
PURWOREJO, purworejo24.com – Salah satu kabar gembira datang dari sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Purworejo (UM Purworejo). Kegiatan mereka berupa pembibitan Sambiloto menggunakan pot limbah gergajian kayu, yang merupakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berhasil lolos seleksi dan memperoleh dana hibah dari Kemendikbud dalam Program Kreativitas Mahasiswa.
Hal tersebut disampaikan Shafora Nurmala Devi, salah satu anggota tim kepada purworejo24.com Rabu, (23/6/2021). Tim PKM Pengabdian Masyarakat (PM) 2021 tersebut terdiri dari Aisyiah (PBSI 2020), Shafora Nurmala Devi (Agribisnis 2020), Much Firman Nasirudin (Agribisnis 2019), Zaenal Robidin (Peternakan 2020), serta Ade Septiyo (Peternakan 2020) dengan bimbingan Ir. Didik Widiyantono, M.Agr.
Tim PKM PM ini menciptakan kreativitas dalam mengelola limbah gergajian kayu sebagai pot untuk mengganti polybag yang kurang ramah lingkungan. Limbah gergajian tersebut dibuat pot dalam pembibitan sambiloto di Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Kaligesing, Purworejo. Ketua Tim PKM PM, Aisyiah memaparkan pembibitan Sambiloto menggunakan pot limbah gergajian kayu ini dilaksanakan di Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Kaligesing Purworejo, dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian warga panti asuhan. Kota Purworejo sendiri banyak industri kayu dan limbah tersebut tidak dimanfaatkan bahkan justru pencemari lingkungan.
“Selain limbah kayu, kami menggunakan tanaman Sambiloto sebagai pembibitan di dalam pot limbah tersebut. Pembibitan tanaman Sambiloto dipilih untuk peningkatan ekonomi Panti Asuhan Yatim Dhuafa karena tanaman ini memiliki peluang menjadi tren obat herbal dalam pengobatan covid di Indonesia maupun di luar negeri”, ungkap Aiyiah.
Tim Program Kreativitas Mahasiswa UMP dengan kegiatan Pembibitan Sambiloto Menggunakan Pot Limbah Gergajian Kayu
Aisyiah menjelaskan proses pembuatan pot tidak memerlukan teknologi tinggi. Tim menambahkan lem kayu dalam ukuran sangat sedikit dan di tambahkan air ke dalam limbah gergajian. Lem kayu berfungsi merekatkan limbah gergajian dan dipres menggunakan alat pres pot, sehingga pot yang dihasilkan kuat. Selain itu saat ditambahkan dengan media tanam tidak mudah rusak jika terkena air. Pot limbah gergajian ini yang menjadi keunggulan limbah yang ramah lingkungan.
Program tersebut merupakan program pengabdian masyarakat sebagai penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berorientasi non profit dalam upaya untuk membantu mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. Kegiaatan ini pun mendapat sambutan positif dari pengurus Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Kaligesing.
“Dengan adanya kegiatan di panti asuhan saya sangat senang, karena anak-anak selama ini tidak ada kegiatan di luar ruangan. Harapan saya dengan adanya kegiatan ini bisa melatih anak-anak lebih mandiri setelah keluar dari panti asuahan“ kata Aeni, pengurus panti asuhan.
Aeni berharap inovasi dan kreativitas yang dikembangkan dapat mengatasi permasalah perekonomian dan melatih warga panti asuhan dalam berkewirausahaan. (P24/Nuh)