PemerintahanPendidikanSeni Budaya

Kunjungi SMA N 7, Sandiaga S Uno Napak Tilas Jejak Sang Kakek di Purworejo

151
×

Kunjungi SMA N 7, Sandiaga S Uno Napak Tilas Jejak Sang Kakek di Purworejo

Sebarkan artikel ini
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno napak tilas jejak sejarah sang kakek di SMA N 7 Purworejo
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno napak tilas jejak sejarah sang kakek di SMA N 7 Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno berkesempatan mengunjungi SMA N 7 Purworejo di Jalan Ki Mangun Sarkoro No.1 Pangenjurutengah, Purworejo,  Rabu (23/6/2021). Selain napak tilas jejak sang Kakek yang ternyata pernah menamatkan pendidikan HKS Poerworedjo di tahun 1931, Sandiaga S Uno juga berkesempatan meresmikan Taman Belajar Anak Bangsa, Widya Tama Sasana SMA N 7 Purworejo yang baru saja selesai dibangun.

Kesan pertama setelah datang langsung, Sandiaga mengaku takjub melihat kompleks dan bangunan sekolah yang sudah berumur 107 tahun namun masih berdiri kokoh dan juga menjadi salah satu tujuan wisata heritage.

“Hari ini sungguh menjadi anugrah yang penuh hikmah bagi saya bisa datang langsung ke sekolah ini,” ucap Sandiaga usai keliling melihat kompleks bangunan SMA N 7 Purworejo.

Dijelaskan, ia datang ke SMA N 7 Purworejo setelah mendapat surat dari Kepala SMA N 7 Purworejo yang menjelaskan bahwa kakeknya (HR Abdullah Rachman bin Ali Rachman) pernah sekolah selama tiga tahun di Hoogere Kweekschool (HKS) Poerworedjo yang kini menjadi SMA N7 Purworejo dan lulus pada tahun 1931.

“Informasi sejarah yang saya tahu, sekolah ini didirikan sebagai kawah Candradimuka pertama untuk pendidik di seluruh Nusantara, mereka belajar ilmu keguruan di HKS ini dan disini juga eyang saya menuntut ilmu,” jelasnya

Sandiaga berharap SMA N 7 Purworejo tetap menjadi destinasi wisata sejarah yang terus terjaga kelestariannya, mampu mencetak individu berakhlakul karimah, insan yang cerdas dan mampu mencapai Indonesia maju dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Ia juga berharap SMA N 7 Purworejo menjadi daya dukung pengembangan destinasi Super Prioritas Borobudur yang kebetulan otoritasnya dibawah Kemenparekraf RI.

“Saya ingin sekolah ini tetap terjaga dan lestari, melahirkan siswa-siswa yang berakhlakul karimah dan cerdas, masuk dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif,” harapnya.

Sandiaga menegaskan, untuk pengembangan ke depan, perlu kolaborasi lintas Kementerian dan lembaga, pusat dan daerah. Dengan segala keterbatasan yang ada, pihaknya juga menggandeng dunia usaha dan komunitas terkait untuk mendorong SMA N 7 Purworejo sebagai titik tujuan wisata utama di Purworejo.

“Sekali ini usianya sudah 107 tahun dan gedung-gedungnya masih bisa berdiri dengan megah, ada bocor disana sini sini tentu butuh satu sentuhan yang lebih holistik agar menjadi edu tourism atau wisata edukasi dan wisata sejarah,” tegasnya.

Kepala SMA Negeri 7 Purworejo, Niken Wahyuni, M.Pd. mengungkapkan, kedatangan Kemenparekraf RI Sandiaga S Uno sebetulnya sudah direncanakan sejak lama, namun baru bisa terlaksana saat ini bersamaan dengan agenda kegiatan di Magelang. Selain meranah sejarah sang Kakek, Sandiaga S Uno juga menginginkan untuk melihat kompleks bangunan SMA N 7 Purworejo yang dulu bernama HKS dan sudah berdiri sejak tahun 1914.

“Seperti diketahui HKS dulu adalah sekolah yang menciptakan pendidik unggul dan cerdas. Kehadiran beliau juga sejalan dengan tujuan kami yang tengah mengembangkan sekolah sebagai wisata heritage dan pendidikan yang selama ini sudah berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak, harapannya kedatangan beliau membawa kemajuan, restorasi sangat memungkinkan dilakukan pemerintah karena kawasan ini betul-betul butuh untuk dijaga kelestariannya,” ungkapnya.

Ditambahkan, sekolah juga tidak melupakan tujuan utama pendidikan yakni menyiapkan anak-anak yang cerdas termasuk dalam menghadapi situasi pandemi saat ini.

“Seperti pesan pak Menteri, anak-anak  harus cerdas serta mampu masuk dalam dunia ekonomi kreatif dan pariwisata, kami juga tengah menyiapkan tour virtual sma 7  yang akan kami launching pada lustrum ke 6 bertepatan dengan usia 30 tahun sekolah,” ucapnya.

Guru sekaligus Pegiat Cagar Budaya SMA N 7 Purworejo, Dra. Widyastuti Tri Sulistyorini menambahkan, berdasarkan sejarah, kakek Sandiaga S Uno bernama HR Abdullah Rachman bin Ali Rachman lahir di Batavia tahun 1909. Setelah menamatkan Kweekschool di Cirebon tahun 1927 melanjutkan pendidikan di Hoorgere Kweekschool (HKS) Poerworedjo dan lulus pada tahun 1931.

“Setelah itu bekerja sebagai guru Vervolkschool sampai tahun 1939, pindah ke Majalengka hingga tahun 1942, pindah lagi menjadi guru SGB kemudian guru SGA di Malang sampai tahun 1948, setelah itu pindah menjadi guru SGA merangkap SMA di Bogor hingga pensiun menetap di Bogor dan beliau wafat di Bogor pada tahun 1976,” jelasnya. (P24/Nuh)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.