Kasus Penetapan Tersangka Kasus Propendakin Purworejo Dinilai Janggal oleh Keluarga Tersangka.

oleh -
Suami DMM (terduga tersangka pemalsuan kasus Korupsi Propendakin tahun 2018).
Suami DMM (terduga tersangka pemalsuan kasus Korupsi Propendakin tahun 2018).

PURWOREJO, purworejo24.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo beberapa waktu yang lalu menetapkan dua orang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penyaluran bantuan keuangan khusus, program peningkatan pendapatan rumah tangga miskin (Propendakin), tahun anggaran 2018. Kedua tersangka yang ditetapkan oleh kejaksaan dinilai janggal oleh keluarga terduga tersangka tersebut.

Edi, suami dari DMM menjelaskan kedua tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu DMM (54) dan S (telah meninggal dunia). Penetapan DMM sebagai tersangka juga disiarkan melalui konferensi pers oleh Kajari Purworejo, Sudarso S.H., di lobi kantor Kejari, Kamis (10/06/2021) yang lalu.

Namun Edi mengaku sampai saat ini menilai penetapan istrinya sebagai tersangka atas dugaan korupsi dan pemalsuan Perbub dinilai janggal pasalnya istrinya hanya menolong pihak Dinpermades yang mengaku tidak ada anggaran untuk menfotokopi atau menggandakan satu bendel perbub yang diduga telah dipalsukan tersebut. DMM juga tidak tahu menahu terkait dugaan pemalsuan tersebut yang disangkakan kepadanya.

“Saya yakinkan yang memalsukan itu bukan istri saya dia itu cuma dimintai tolong. Kemarin Video Call dengan saya karena belum bisa bertemu,” katanya.

Lebih lanjut Edi menjelaskan bahwa pihaknya juga siap menunjukkan bukti mutasi rekening bank miliknya jika diperlukan sebagai bukti nanti dipersidangan. Pihaknya juga mengatakan
Pada saat itu, DMM menduduki posisi sebagai Kepala Sub Bidang Kependudukan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Bidang Pemerintah Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Purworejo yang secara OPD jelas berbeda dengan Dinpermades yang menangani proses Propendakin tersebut.

“Kita berharap cuma 1, lepas dari masalah ini karena istri saya tidak melakukan apa yang disangkakan,” katanya kepada purworejo24.com pada Minggu (27/06/2021)

Untuk diketahui DMM dan S, diduga telah memalsukan Peraturan Bupati Nomor 37 Tahun 2018, yang menjadi dasar implementasi Propendakin. Perbub yang telah dipalsukan, kemudian digandakan, dan dibagikan kepada kecamatan dalam sosialisasi Propendakin.

Atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1, subsidair pasal 3, lebih subsidair pasal 9 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999, Jo pasal 55 ayat 1 a ke-1 KUH Pidana.

“Sudah ditahan sejak tanggal 10 (Juni) yang lalu sampai sekarang,” katanya.

Bantuan Propendakin Kabupaten Purworeno tahun anggaran 2018 dialokasikan sebesar Rp 11,6 miliar dan disalurkan kepada 464 desa. Sementara itu 5 desa tidak mencairkan bantuan tersebut.

Sementara itu M Arief Yunadi Kasi Intel Kejaksaan Negeri Purworejo mengatakan masih sangat terbuka kemungkinan ada penambahan tersangka baru dalam kasus tersebut. Penambahan tersangka bisa terjadi jika fakta sidang nnti mengarah ke penambahan tersangka baru.

“Bisa, nanti kalau fakta sidang bisa muncul orang lain bisa kita ambil pertanggung jawabannya sesuai alat bukti,” katanya saat dikonfirmasi. (P24-bayu)