3.589 Anak di Purworejo Menderita Stunting

oleh -
Ketiua TP PK,K Verena saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan peningkatan kesehatan masyarakat dengan sosialisasi stunting di aula kantor PKK kabupaten Purworejo
Ketiua TP PK,K Verena saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan peningkatan kesehatan masyarakat dengan sosialisasi stunting di aula kantor PKK kabupaten Purworejo
head banner Universitas Putra Bangsa Kebumen

PURWOREJO, purworejo24.com – Stunting merupakan permasalahan gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama atau kronis, hal itu terjadi sejak bayi dalam kandungan karena saat hamil sang ibu kurang mengonsumsi makanan bergizi. Di Kabupaten Purworejo anak yang menderita stunting sebanyak 3.589 atau 8,22 persen, dari jumlah keseluruhan 43.664 anak.

Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Fatimah Verena Prihastyari Agus Bastian SE, pada kegiatan peningkatan kesehatan masyarakat dengan sosialisasi stunting, di Aula kantor PKK kabupaten menyampaikan Persoalan stunting patut menjadi perhatian untuk segera dituntaskan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Pokja IV PKK Wiwit Sugiharto S.K.M., dan narasumber Mujiyani Bambang S.K.M., M.M., Sri Wardani A.M.Keb., dan Endang Sari Asih.

Lebih lanjut Fatimah Agus Bastian mengatakan, stunting disebabkan oleh faktor multidimensi intervensi. Menurutnya yang paling menentukan untuk dapat mengurangi pervalensi stunting perlu dilakukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dari anak balita adalah pemberian gizi secara cukup.

“Ini sebagai saat yang terpenting dalam hidup seseorang. Sejak saat perkembangan janin di dalam kandungan, hingga usia anak dua tahun menentukan kesehatan dan kecerdasan seseorang,” katanya kepada purworejo24.com pada Kamis (03/06/2021)

Pihaknya menambahkan, TP PKK berperan penting dalam pembinaan keluarga karena PKK mempunyai kader dari tingkat pusat sampai daerah, hingga dasa wisma. Oleh karena itu setiap informasi- informasi penting yang diperoleh kader PKK akan sampai kepada setiap keluarga. Keluarga sebagai faktor penting dalam pendidikan seorang anak bahkan sampai usia 18 tahun anak-anak menghabiskan waktunya 60-80 persen bersama keluarga.

“Sampai usia 18 tahun, mereka masih membutuhkan orang tua dan kehangatan dalam keluarga. Sukses seorang anak tidak lepas dari kehangatan dalam keluarga,” tutur Fatimah.

Sementara itu Wiwit Sugiharto S.K.M. dalam laporannya mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut dalam rangka mendukung visi misi Bupati Purworejo yakni meningkatkan daya saing sumber daya manusia yang unggul. Disamping itu sesuai hasil rakon PKK Provinsi Jawa Tengah dalam isu strategis skala prioritas adalah menurunkan masalah gizi khususnya Stunting, maka perlu sosialisasi stunting kepada masyarakat.

“Mengetahui bagaimana dampak stunting serta mencegahnya. Sosialisasi diikuti 80 orang dari pengurus PKK 16 kecamatan terbagi dalam 2 hari supaya tidak terjadi kerumunan,” katanya

Pihaknya menambahkan, perlunya makanan yang bergizi mulai hamil sampai anak berusia dua tahun. Di semua desa harus melakukan deteksi dini pada Ibu hamil supaya diamati dan dilaporkan agar kesehatan balita terpantau.

“Stunting akibat kurangnya gizi kronis pada 1000 hari pertama kehidupan dari hamil sampai melahirkan tidak memperhatikan menu seimbang. Yakni protein, kalori, sayur dan buah atau yang sering disebut antara lain karbohidrat, sayur, buah, hewani, dan nabati. Seperti ikan, daging, tahu, tempe,” tandasnya. (P24-Bayu)