Belasan Siswa Diterima Kerja di Luar Negeri, SMK Kesehatan Purworejo Akan Buka Kelas Unggulan Jepang

oleh -
130 Siswa dinyatakan lulus dan mengikuti Wisuda di SMK Kesehatan Purworejo
130 Siswa dinyatakan lulus dan mengikuti Wisuda di SMK Kesehatan Purworejo
head banner Universitas Putra Bangsa Kebumen

PURWOREJO, purworejo24.com – Adanya pandemi covid-19 justru meningkatkan peluang bagi lulusan SMK Kesehatan untuk mendapatkan pekerjaan yang diidamkan. SMK Kesehatan Purworejo, salah satu sekolah kesehatan yang mempunyai jurusan keperawatan dan farmasi di Purworejo Jawa Tengah menyatakan 70 persen lulusannya tahun ini diserap oleh dunia usaha dan dunia industri. Bahkan belasan orang diantaranya dinyatakan sudah diterima bekerja di luar negeri kendati belum resmi pengumuman kelulusan sekolah.

Ditemui di sela-sela acara Wasana Warsa dan Sumpah Profesi Asisten Tenaga Kesehatan, Sabtu (05/06/2021), di kampus dua, Gang Kemuning, Pangenjurutengah, kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos, M.Pd, menyatakan dari 130 siswa yang lulus tahun 2021 ini, 70 persen diantaranya telah diterima oleh dunia kerja. Bahkan 18 siswa diantaranya diterima bekerja di luar negeri, yaitu 13 orang diterima bekerja di Korea dan 5 orang bekerja di Jepang. Sedangkan sisanya memilih untuk kuliah atau melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, serta ada yang kuliah sambil bekerja.

“Lulusan tahun ini yang terserap ke DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri) ada 70 persen. Yang menarik ada yang diterima di UMP program beasiswa ada 15 anak melalui program KIP, mereka (kuliah) gratis plus setiap bulan dapat sekitar 750 ribu. Itu bagian dari kerjasama kepala SMK dan Rektor UMP,“ jelas Nuryadin.

Peneyrahan penghargaan oleh perwakilan Yayasan Bina Tani bagi siswa berprestasi.
Penyerahan penghargaan oleh perwakilan Yayasan Bina Tani bagi siswa berprestasi.

Nuryadin mengaku melihat potensi tersebut, tahun ini mereka akan juga membuka kelas baru khusus untuk menghasilkan tenaga kerja dengan tujuan Jepang. Rencananya kelas tersebut akan diberi materi khusus, yaitu terkait bahasa Jepang, karakter dan perilaku industri di Jepang.

“Daya serap sangat tinggi banget. Di korea, di Jepang  berapapun sangat dibutuhkan, maka tahun ini kita akan buka kelas unggulan jepang . Selama tiga tahun kita siapkan sehingga nanti lulus langsung bisa masuk ke Jepang,” ungkap Nuryadin.

Nuryadin juga menyatakan bahawa pandemi tidak mengurangi kualitas lulusan di SMK yang dipimpinnya. Sejak awal pandemi, sekolah menerapkan kebijakan untuk tetap melaksanakan belajar tatap muka kendati ada pembatasan, diantaranya jumlah siswa per kelas yang lebih sedikti serta pengurangan jam belajar. Hal ini diakuinya untuk memastikan siswa tetap mendapat ilmu dan pengetahuan selama sekolah. Terlebih di SMK, siswa  dituntut untuk lebih banyak mengikuti kegiatan praktek ketimbang teori.

“Ya, secara umum sama, karenan memang kita tetap masuk. Namanya SMK kalau tidak masuk capaian kompetnesi kan kurang. Dari awal (pandemi) masuk seminggu 3 kali, walaupun dikurangi jamnya” kata Nuryadin.

Pelaksanaan wisuda kelulusan SMK Kesehatan sendiri dilakukan secara hybrid mengikuti protokol kesehatan yaitu perpaduan antara luring dan daring. Dari masuk lingkungan sekolah diadakan pemeriksaan suhu, diwajibkan memakai masker serta menggunakan hand sanitizer. Tempat duduk para peserta juga diberi jarak sehingga tidak berhimpitan. Wisuda yang diikuti oleh 130 siswa ini dibagi menjadi 2 sesi, yaitu pada Sabtu (5/6/2021) pagi dan siang serta dibatasi hanya dihadiri oleh siswa, Kepala SMK dan Ketua Yayasan serta sebagian guru. Orang tua dapat mengikuti acara melalui daring atau online. Sesi I pada pagi dari jam 07.30 WIB hingga 10.30 WIB dan siang dari jam 13.00 WIB hingga jam 15.00 WIB.

Dalam wisuda tersebut, juga ada pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi. Dari jurusan Keperawatan, tiga besar peringkat ujian sekolah diraih Eka Nia Sherlyati dengan nilai 85.75, Aulia Setya Rahayu dengan nilai 85.63, dan Sinta Pramudianti dengan nilai 85.56. Pada jurusan Farmasi, tiga besar peringkat ujian sekolah diraih Qonita Nafi Mardati dengan nilai 85.69, Dinda Marina 85.63, dan Kamila Nur Anggraini 85.31.

Dalam rangkaian acara tersebut juga dilakukan pembacaan sumpah profesi untuk para siswa yang lulus. Sumpah profesi ini dilakukan sebagai tanda mereka sudah siap untuk memasuki dunia profesi sebagai asisten tenaga kesehatan. (P24/Nuh)