EkonomiSosial

YAKKUM Luncurkan Buku Saku Panduan Fasilitasi Desa Inklusi

93
×

YAKKUM Luncurkan Buku Saku Panduan Fasilitasi Desa Inklusi

Sebarkan artikel ini
Launching buku panduan Fasilitasi Desa Inklusi
Launching buku panduan Fasilitasi Desa Inklusi

PURWOREJO, purworejo24.com – Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta, meluncurkan buku panduan Fasilitasi Desa Inklusi di Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (7/4/2021). Buku itu dibuat sebagai acuan bagi pemerintah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota maupun para penggiat pembangunan desa.

Launching ditandai dengan penyerahan buku kepada Bupati Purworejo, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Kabupaten Purworejo, Agus Ari Setiyadi, perwakilan kepala desa, dan perwakilan penyandang disabilitas serta bedah buku saku panduan fasilitasi desa inklusi.

“Fasilitasi Desa Inklusif pada dasarnya bersifat lintas pemangku kepentingan. Panduan Fasilitasi Desa Inklusif memuat prosedur kerja yang senantiasa bersifat sinergistik lintas pemangku kepentingan sekaligus berfokus pada upaya menumbuhkan dalam diri warga desa buah-buah gagasan yang inovatif menuju terwujudnya desa yang kuat, maju, mandiri dan demokratis,” jelas Jaimun selaku Program Manager  Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta, saat ditemui disela acara.

Disampaikan, untuk Kabupaten Purworejo, Pusat Rehabilitasi YAKKUM sendiri sudah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo sejak tahun 2014, untuk mendorong pemberdayaan ekonomi bagi disabilitas melalui pembentukan Organisasi Penyandang Disabilitas (DPO) di 10 Kecamatan di Kabupaten Purworejo, untuk menjadi motor penggerak advokasi akses layanan disabilitas, dan mewujudkan Purworejo yang lebih inklusif bagi disabilitas.

“Lewat Program Desa Inklusif yang didukung oleh Light for The World. Sejak tahun 2019, Pusat Rehabilitasi YAKKUM mendampingi 50 desa di Kabupaten Purworejo, untuk lebih bisa mengikutsertakan warga disabilitas dalam rencana pembangunan desa,” katanya.

Selain Desa Inklusif, Pusat Rehabilitasi YAKKUM juga memberikan program untuk membuat teknologi tepat guna bagi semua orang di desa lewat AGRILAB. Salah satu contohnya adalah penyiraman jamur otomatis di Kecamatan Purworejo, yang sangat membantu bagi disabilitas untuk memudahkan pekerjaan mereka dalam melakukan perawatan jamur.

“Bahwa launching buku ini digunakan untuk membangun kapasitas disabilitas dan masyarakat desa untuk mampu memberikan ruang partisipasi bagi disabilitas, karena dengan ruang partisi yang baik di desa, disabilitas mampu meningkatkan tingkat partisipasi sosial yang nantinya mampu mendukung pembangunan di daerah. Kami berharap buku ini bisa menjadi referensi bagi desa untuk membangun desa yang lebih inklusif, tidak hanya di Purworejo, namun di wilayah-wilayah lain di Indonesia,” harapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Kabupaten Purworejo, Agus Ari Setiyadi, menyampaikan bahwa, launching buku itu tentunya sangat bermanfaat bagi Kabupaten Purworejo. Dirinya mengucapkan terimakasih kepada Pusat Rehabilitasi YAKKUM yang sudah berniat baik dalam mendampingi warga rentan di Purworejo.

“Yang ingin kita lihat bersama adalah, semua komponen yang ada di masyarakat harus diikutsertakan dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Karena ini salah satu yang juga dilakukan oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM,” katanya.

Menurutnya, suksesnya program pembangunan di Purworejo pastinya tidak lepas dari kontribusi PRYAKKUM. Suksesnya pembangunan pastinya tidak hanya hasil dari pemerintah saja, karena unsur-unsur lain pastinya sangat membantu dalam pembangunan suatu daerah. Masyarakat perlu dilibatkan dalam usaha-usaha pembangunan.

“Melihat buku ini, dari sampulnya saja sudah sangat menarik. Saya juga dilibatkan untuk memberi masukan dalam buku ini. Saat ini sudah ada 50 desa yang didampingi Pusat Rehabilitasi YAKKUM agar lebih inklusif terhadap semua warganya, harapannya desa-desa lain bisa mengikuti jejak 50 desa ini untuk bisa melibatkan semua unsur yang ada didalam masyarakat tanpa terkecuali, tanpa ada yang ditinggalkan. Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi panduan untuk memberdayakan semua disabilitas di seluruh desa di Kabupaten Purworejo. Saya berharap seluruh disabilitas di Purworejo bisa lebih mandiri, meningkatkan keterampilan, dan juga tidak ketergantungan dengan orang lain, namun bisa berdaya dan menunjukkan kemampuannya,” harapnya.

Triwahyuni Suci Wulandari, salah satu penulis buku menyebutkan bahwa ada 3 jalan dalam memenuhi Indikator Desa Inklusi. Salah satunya adalah Jalan Kebudayaan, dimana upaya penguatan nilai inklusi sosial sebagai cara pandang dan perilaku warga desa, misalnya gotong royong dalam membuat bangunan publik. di desa lebih ramah bagi disabilitas.

“Dalam buku ini, juga memasukkan mengenai Kelembagaan Desa yang Inklusif, dimana seharusnya disabilitas bisa menjadi kepala desa, perangkat desa, kepala dusun, maupun pemangku jabatan yang lain. Di Purworejo, alhamdulillah ada satu contoh bagus dimana salah satu Kepala Desa adalah disabilitas dan sudah menjabat 2 periode,” jelasnya.

Dirinya berharap, launching buku ini dapat ditindak lanjuti dan didorong kembali oleh Pemerintah Daerah agar masuk ke RKPDes.

“Disabilitas sebenarnya bisa kita angkat lewat pemberdayaan, karena program desa bisa didanai oleh APBDes. Semoga Dispermades bisa mendorong desa untuk bisa mewujudkan desa inklusi,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.