PURWOREJO, purworejo24.com – Tindakan perundungan atau bulliying antar siswa SMP terjadi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Seorang siswi kelas 9 asal sebuah SMP Negeri di Kecamatan Bayan, Purworejo, diduga telah menjadi korban tindakan perundungan atau bulliying oleh sejumlah siswi yang tergabung dalam sebuah geng antar SMP. Siswi yang membentuk sebuah geng dan melakukan perundungan atau bulliying itu diantaranya berasal dari 4 SMP lain di Purworejo. Tak terima anak perempuannya menjadi korban bulliying, orang tua korban kemudian melapor ke pihak berwajib dan saat ini kasus perundungan atau bulliying itu masih dalam penanganan Unit Reskrim Polres Purworejo.
Kepala SMP tempat sekolah korban tersebut, Betty Indah Daluliyah, saat ditemui di kantornya, pada Selasa (6/4/2021), membenarkan kejadian itu. Salah satu siswinya diduga telah menjadi korban perundungan atau bulliying oleh sejumlah siswi dari SMP lain di salah tempat di wilayah Kecamatan Banyuurip.
“Kejadiannya sudah seminggu yang lalu,” ungkapnya.
Di ceritakan, kronologis kejadian itu, korban yang hanya seorang diri diajak temen satu desa yang sekolah di SMP lain dan diajak ke suatu tempat dan bertemu dengan siswi-siswi dari SMP lain di Purworejo. Dalam pertemuan itulah korban kemudian di-bully, bahkan aksi pembulian sempat direkam video oleh salah satu siswi yang datang. Namun video itu belum sempat diunggah dan beredar di media sosial.
“Sebenarnya masalah itu tidak akan diperkarakan, kalau malam minggu kemarin pelaku mau minta maaf kerumah. La minta maafnya hanya lewat wa kan yo lucu, ora mutu kan itu namanya. Siapapun orang tua nek anaknya mbok jelek nek anake di ngunukke (di-bully) pasti ora trimo (tidak trima),” katanya.
Dijelaskan, pihaknya telah melakukan upaya mediasi dengan mempertemukan seluruh siswi yang diduga menjadi pelaku perundungan, bersama orang tua dan guru BK di salah satu SMP untuk membahas persoalan itu.
“Semua telah kami pertemukan, untuk mendamaikan, untuk urusan polisi biar tetap berjalan, tapi karena ini adalah anak-anak biar di bisa kondisikan, karena anak-anak ini juga sudah kelas 9 yang sebentar lagi mengikuti kelulusan,” ujarnya.
Disampaikan, dalam pertemuan yang dilakukan pada Rabu lalu itu, terungkap, para siswi diduga pelaku perundungan ada sekitar 10an siswi. Mereka berasal dari beberapa SMP yang ada di kota Purworejo. Para siswi membentuk geng dengan membuat group WA dan membahas rencana bulliying itu secara bersama melalui group WA yang mereka buat.
“Yang menjadi kejengkelan saya, anak-anak ini pada jilbaban semua. Dan mereka mengaku telah melakukan pembulian yang ketiga kalinya ini,” jelasnya.
Kasus itu tambahnya, saat ini sudah dalam penanganan Polres Purworejo dan juga ditangani langsung oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Purworejo.
“Besok Rabu pagi saya diundang ke Polres guna untuk memberikan keterangan dalam pemeriksaan, dimungkinkan semua siswi yang terlibat juga ikut diundang untuk dilakukan pemeriksaan,” tambahnya.
Sementara itu, KBO Reskrim Polres Purworejo, Iptu Khusen Martono, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu dan saat ini kasus masih dalam penanganan petugas Polres Purworejo.
“Iya benar ada, masih proses diunit 4 reskrim Polres Purworejo,” pungkasnya.(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








