EkonomiPemerintahan

Desa Miskin di Purworejo Dapat Bantuan Kambing

246
×

Desa Miskin di Purworejo Dapat Bantuan Kambing

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyerahkan bantuan kambing.
Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyerahkan bantuan kambing.

PURWOREJO, purworejo24.com – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Dadi Makmur Desa Jogoresan Kecamatan Purwodadi yang tercatat sebagai desa miskin mendapatkan bantuan kambing dari Kementerian Pertanian RI. Bantuan tersebut merupakan program kegiatan pertanian keluarga yang dilaksanakan bergulir untuk pemerataan keluarga petani.

Yuli Hastuti, wakil Bupati Purworejo saat menyerahkan bantuan tersebut pada Sabtu (12/09/2020) menyebut bantuan untuk Gapoktan tersebut difokuskan untuk pengentasan kemiskinan terutama pada desa merah yang tercatat sebagai desa miskin, termasuk Desa Jogoresan ini yang masih masuk dalam desa merah, dengan harapan desa merah akan naik status menjadi desa mandiri.

“Dalam mengentaskan kemiskinan pemerintah terus berusaha dengan mengerahkan semua dinas terkait. Alhamdulillah bisa turun mendekati 10 persen yang awalnya kemiskinan di Purworejo sebesar 14 persen, meski masih meleset dari target awal yang rencananya saya targetkan masa akhir jabatan bisa menurunkan 9 persen,” kata Yuli Hastuti.

Yuli menambahkan terkendalanya penurunan angka kemiskinan tersebut akibat dampak adanya pandemi Covid-19. Menurutnya semua anggaran difokuskan untuk penanganan covid. Untuk hal tersebut pihaknya meminta masyarakat maklum jika target dari pemerintah meleset 1 persen.

Yuli Hastuti berharap, bantuan Rp. 200 juta dari Kemenatan RI supaya dapat dimanfaatkan dengan baik dan bisa mengentaskan desa Jogresan menuju desa mandiri. Apalagi bantuan berupa hewan harus dirawat seperti kalau sakit segera konsultasi dengan petugas sehingga bisa diobati dan bisa terus berkembang beranak.

“Bantuan-bantuan yang sudah diterima supaya dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Sementara itu Wasit Diono, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan menjelaskan, program pertanian keluarga adalah untuk tercapainya individu dan masyarakat dapat hidup sehat aktif dan produktif serta bekelanjutan. Sedangkan tujuannya untuk meningatkan ketersediaan keterjangkauan dan pemanfaatan pangan keluarga petani yang sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang.

Wasit menguraikan, untuk bantuan sebesar Rp200 juta berasal dari sumber dekonsentrasi Badan Ketahanan Pangan Kementan RI. Antara lain Rp 106 juta berupa kambing 18 ekor dan domba 35 ekor. Lalu Rp 30.528.000,00 untuk pengembangan tanaman cabai besar seluas 7,8 hektar dengan melibatkan 47 petani yang diberupakan bibit, pupuk, dan insektisida. Selanjutnya Rp.25 juta untuk pengembangan tanaman melon seluas 4,17 hektar dengan melibatkan 25 petani. Serta Rp 3.060.000 untuk pengembangan tanaman pisang ambon sebanyak 204 batang dengan luas 0,25 hektar.

“Mengentaskan wilayah rentan rawan pangan, dan menguatkan wilayah tahan pangan. Juga meningkatkan pendapatan keluarga petani. Sasaran yakni kelompok didesa rentan atau rawan pangan daerah miskin desa merah,” tandasnya. (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.