GEBANG, purworejo24.com – Pandemi covid-19 tak menghalangi warga untuk memperingati peringatan tahun baru 1442 Hijriah. Sekitar seribuan warga dusun Manisjangan desa Seren, Purworejo Jawa Tengah memperingati pergantian tahun baru penanggalan Islam dengan tirakatan dan arak-arakan Suroan.
Tak hanya dirayakan secara sederhana, peringatan pergantian tahun Islam di dusun Manisjangan ini bahkan menjadi peringatan yang paling ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya dan dihadiri sekitar seribuan orang dari warga setempat dan daerah sekitar. Seribuan warga terlihat tumpah ruah di jalan dusun dan berjajar sepanjang 200-an meter di lokasi acara puncak. Masyarakat setempat menyebut acara tersebut dengan malam “tirakatan suroan” yang rutin digelar setiap tahun.

Dalam peringatan tersebut warga membuat gunungan tumpeng dan berbagai jenis makanan yang dibuat oleh warga secara bersama-sama di rumah Kadus Manisjangan. Gunungan tumpeng ini selanjutnya diarak oleh warga sampai ke tengah dusun. Setelah diarak tumpeng didoakan oleh kyai setempat dan pada puncaknya tumpeng di makan bersama-sama. Tumpeng dimaknai sebagai wujud doa yang disimbolkan dengan berbagai macam bentuk makanan.
Sunardi Kepala Dusun Manisjangan menjelaskan dalam tumpeng disediakan beberapa macam sajian makanan seperti ingkung (ayam), bubur merah dan putih, serta ratusan nasi yang dibungkus daun pisang. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur mereka kepada sang pencipta yang telah memberikan rejeki dan nikmat hingga bisa memasuki tahun baru Islam.
“Hal itu sebagai wujud doa kita yang kita simbolkan dengan berbagai macam bentuk makanan, kita terus melestarikan adat jawa yang luhur,” katanya kepada purworejo24.com pada Rabu (19/08/2020)
Malam pergantian tahun baru Islam yang jatuh pada rabu (19/8/2020) malam tersebut juga diperingati warga sebagai sarana untuk mendoakan agar virus covid-19 segera sirna.
“Setiap tahun kita gelar acara Tirakatan Suroan namun bedanya kali ini kita meriahkan dengan memotong kambing, kalau biasanya kita potong ayam,” katanya.
Sementara itu kepala Desa Seren Lukmanto mengapresiasi kegiatan tersebut, menurutnya kegiatan tersebut dapat memberikan contoh bagi Dusun yang lain. Kegiatan yang positif Tirakatan Suroan dapat mempererat tenggang rasa antar warga.
“Kegiatan ini dapat dijadikan contoh yang baik bagi dusun yang lain, kegiatan ini bisa membuat anak-anak sejenak melupakan gadget,” katanya (P24-Bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








