KesehatanPendidikan

Pembelajaran Sekolah Saat Pandemi, SD Mutiara Ibu Lakukan Home Visit

196
×

Pembelajaran Sekolah Saat Pandemi, SD Mutiara Ibu Lakukan Home Visit

Sebarkan artikel ini
SD Mutiara menerapkan pemeblajaran dengan Home Visit, yaitu dengan mengunjungi satu persatu rumah siswa dan melakukan pembelajaran.
SD Mutiara menerapkan pemeblajaran dengan Home Visit, yaitu dengan mengunjungi satu persatu rumah siswa dan melakukan pembelajaran.

PURWOREJO, purworejo24 – Berada di zona kuning, SD Mutiara Ibu di Purworejo, Jawa Tengah memiliki cara tersendiri untuk bisa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) yaitu dengan metode Home Visit atau kunjungan ke rumah siswa. Agar KBM berjalan aman, pengelola sekolah menerapkan aturan yang jelas dan protokol kesehatan yang ketat.

Mulai hari Selasa (21/7/2020), SD Mutiara Ibu menerapkan Home Visit dengan metode 1 guru mengajar 1 siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tengah masa pandemi covid-19. Guru sesuai jadwal yang ditentukan akan mendatangi rumah siswa untuk memberi pembelajaran ke siswa. Setiap siswa mendapatkan jatah 90 menit dan seminggu 2 kali untuk KBM. Secara bergiliran guru akan berpindah dari satu rumah siswa ke rumah siswa yang lain.

Agar kegiatan belajar mengajar ini dapat terlaksana dengan aman dan lancar tanpa menimbulkan kekhawatiran, selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat , SD Mutiara Ibu juga menerapkan Standard Operational Procedures yang detail dan jelas. Diantaranya orang tua menyediakan ruang khusus untuk kegiatan belajar mengajar dengan jarak antara siswa dan guru 1,5 meter.

“Kegiatan hari ini Home Visit. Hari ini saya dapat tiga siswa. Sesuai dengan modulnya kami memberikan pelajaran, anak-anak diberi modul, kalau kesulitan bisa bertanya ke gurunya. Rencananya kemarin mau tatap muka tapi zona kuning sehingga kami memutuskan Home Visit,” ungkap Wahyu, Guru SD Mutiara Ibu.

Dalam Home Visit, guru menerapkan protokol keseatan yang ketat, diantarraya menggunakan face shield dan masker.
Dalam Home Visit, sekolah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, diantaranya menggunakan face shield dan masker.

Wahyu mengaku tidak tahu metode Home Visit akan diberlakukan sampai kapan. Metode ini akan diberlakukan sambil menunggu perkembangan serta pemberitahuan dari dinas terkait.

Guru dan siswa serta anggota keluarga lain dilarang bersalaman dan diharuskan menjaga jarak, orang tua tidak diperkenankan menjamu guru yang datang dan guru juga tidak diijinkan untuk makan dan minum di rumah siswa.

Orang tua juga membantu menyiapkan peralatan sekolah yang dibutuhkan seperti modul, peralatan sekolah, alat protokol kesehatan seperti handsanitizer, tempat cuci tangan, tisu atau lap. Guru dan siswa harus menggunakan masker dan face shield.

“Saya senang karena anak bisa ketemu gurunya. Guru satu, anaknya satu. Kedua, kalau ada yang tidak diketahui anak, anak bisa bertanya ke gurunya. Tiga dengan tatap muka anak kebih mudah memahami pelajaran. Saya sendiri tidak terlalu mengerti pelajaran sekarang. Jadi kalau ada guru yang berkenan datang ke rumah ya senang sekali”, ujar Sasti. (P24-nuh)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.