KUTOARJO, purworejo24.com – Petani desa Kepuh kecamatan Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah, kini mulai bernafas lega. Jika sebelumnya petani mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, terlebih di musim kemarau, kini mereka telah dimudahkan dengan adanya pembangunan sarana prasarana (Sarpras) pompa air irigasi.
Pompa air irigasi bertenaga listrik ukuran 4 inci ini berteknologi masa kini, karena dapat dioperasikan hanya menggunakan HP android.
“Terdapat tiga pompa air irigasi yang dibangun sejak seminggu lalu di desa ini, pompa yang kami beli dari Jakarta dengan harga 34 Juta/pompa, dan ini merupakan inisiatif desa guna mempermudah petani dalam mendapatkan air untuk mengairi sawah, utamanya di musim kemarau,” ungkap Kepala Desa Kepuh, Yusrudin, bersama pemasang pompa desa Kepuh, Agus Setyadi, saat dikonfirmasi purworejo24.com, pada Rabu (22/7/2020).
Disampaikan, pemasangan pompa air irigasi dilakukan oleh Desa Kepuh setelah melihat para petani yang selama ini kesulitan mendapatkan air ketika musim penghujan yang datangnya tidak menentu seperti saat ini, terlebih saat musim kemarau tiba.
“Kami melihat Desa Tangkisan punya satu pompa air irigasi yang berhasil mengairi sekitar 40 hektare sawah sejak dua tahun lalu. Maka kamidesa Kepuh terinspirasi ikut memasang pompa air irigasi itu,” ujarnya.
Tiga pompa air irigasi itu, lanjutnya, diharapkan bisa membantu mengairi sekitar 74 lahan pertanian (sawah) di desa Kepuh, dimana nantinya setiap petani hanya dikenakan biaya Rp 5.000,00 saja untuk mendapatkan air selama satu jam. Satu pompa air ini dapat mengeluarkan air 8-10 liter per detik. Ini dinilai lebih efisien jika dibanding petani harus menyewa pompa air secara mandiri. Air itu akan dibagikan kelahan petani dengan melewati saluran irigasi tersier yang telah dibangun secara bergiliran.
“Dari pada petani harus membeli solar untuk pompa diesel dengan hasil air yang tidak tentu, maka kami inisiatif membantu dengan memasang pompa air irigasi agar petani lebih mudah untuk mendapatkan air,” jelasnya.
Dikatakan, Desa Kepuh juga mendapatkan air dari aliran irigasi Wadaslintang, namun kebutuhan air itu belum sepenuhnya bisa mencukupi kebutuhan air untuk semua lahan pertanian di desa.
“Harapannya dengan adanya pompa air ini para petani dapat terbantu dalam pemenuhan kebutuhan air. Harapannya juga ke depan hasil panen dapat lebih baik lagi,” pungkasnya.(P24-Drt)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








