SosialTransportasi

Mudahkan Warga Seberangi Sungai, Warga Swiss Bangun 14 Jembatan Gantung Di Purworejo

444
×

Mudahkan Warga Seberangi Sungai, Warga Swiss Bangun 14 Jembatan Gantung Di Purworejo

Sebarkan artikel ini
Jembatan gantung di Boro Wetan Purworejo
Jembatan gantung di Boro Wetan Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Hingga tahun 2020 ini, Toni Ruttiman, warga asal Swiss telah berhasil membangun 14 jembatan gantung di wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ribuan warga terbantu dengan konstruksi jembatan gantung yang telah dibangun sejak tahun 2013 lalu.

“Untuk tahun 2020 ini ada empat lokasi yang dibangun, sebagian telah selesai, sebagian lagi masih berjalan. Jika ditotal sejak pertama dibangun pada tahun 2013, maka hingga tahun 2020 ini sudah ada 14 jembatan gantung yang dibangun,” ungkap Yogo Triyanto Rudito, selaku koordinator fasilitasi jembatan gantung Toni Ruttimann di Purworejo, pada Sabtu (25/7/2020).

Disebutkan, 14 jembatan gantung yang dibangun itu diantaranya, jembatan gantung di Desa Boro Wetan Kecamatan Banyuurip dan Desa Balangsari Kecamatan Bagelen pada tahun 2013, jembatan gantung di Desa Tangkisan, Desa Pekutan, Desa Pucang Agung Kecamatan Bayan, Desa Rebug dan Desa Wirun Kecamatan Kutoarjo pada tahun 2016, serta jembatan gantung di Desa Jrakah Kecamatan Bayan dan Desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo pada tahun 2017.

“Sedangkan di tahun 2020 ini ada empat desa yang telah dibangun, yaitu Desa Wonosuko Kecamatan Kemiri, Desa Bojong Kecamatan Ngombol, Desa Bener-Bleber dan Desa Kedung Pucang Kecamatan Bener,” sebutnya.

Dikatakan, Toni mulai membangun jembatan di Purworejo setelah Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Purworejo (Polosoro) melakukan komunikasi dengan Suntana, koordinator tim Toni Ruttimann untuk Indonesia. Suntana lalu melakukan penilaian dan memfasilitasi Toni membangun jembatan gantung sesuai tempat yang telah di tentukan.

“Toni menyumbangkan material jembatan secara gratis untuk warga. Masyarakat hanya mengumpulkan swadaya untuk membuat fondasi, mengganti biaya pengelasan baja dan transportasi material jembatan,” jelasnya.

Menurutnya, jembatan gantung memang sangat dibutuhkan warga di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Purworejo, sebagai sarana penyeberangan bagi warga yang belum terbangun jembatan.

Sementara itu, Kepala Desa Bener, Habib Soleh bersama Ketua RT 1 RW 6 Dusun Suto Desa Bener Kecamatan Bener, mengaku senang dan lega jika desanya menjadi salah satu desa yang dibangun jembatan gantung hasil bantuan Toni Rottiman. Jembatan yang sedang dibangun diatas Kali Kodil itu diharapkan bisa mempermudah warga Desa Bener untuk menyeberang menuju Desa Bleber dalam aktifitas sehari-hari.

“Sudah sangat lama warga mengimpikan jembatan itu, karena selama ini warga Desa Bener bisa sampai ke Desa Bleber harus memutar melalui jembatan utama sejauh 1,5 kilometer,” katanya.

Saat ini warga masih melakukan swadaya pembangunan tiyang pancang jembatan gantung. Dimungkinkan hingga menunggu bangunan kering, jembatan bisa selesai dibangun pada dua atau tiga bulan mendatang.(P24-Drt)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.