HukumKecelakaan

Diduga Terpeleset, Pemancing Meninggal Dunia di Bendungan Gustingisor Cangkrep

2686
×

Diduga Terpeleset, Pemancing Meninggal Dunia di Bendungan Gustingisor Cangkrep

Sebarkan artikel ini
Proses evakuasi korban tenggelam di Bendungan Gustingisor, Kelurahan Cangkrep Lor
Proses evakuasi korban tenggelam di Bendungan Gustingisor, Kelurahan Cangkrep Lor

PURWOREJO, purworejo24.com – Warga kelurahan Cangkrep Lor, Purworejo, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan sosok mayat yang terapung di Bendungan Gustingisor, pada Minggu (3/5/2020) pagi. Diduga korban terpeleset dan terjatuh saat memancing di lokasi itu. Lantaran tak ada warga lain melihat dan menolong, warga meninggal di sungai.

Kapolsek Purworejo, Iptu Sukardi didampingi Kasubag Humas Polres Purworejo, Iptu Siti Komariyah saat dikonfirmasi menjelaskan, warga yang meninggal itu bernama Sutrisno, warga yang tinggal di Kelurahan Cangkrep Lor, RT 3 RW 1 Kecamatan Purworejo.

Iptu Sukardi menjelaskan, kejadian berawal pada Minggu pagi, saksi (Suwardi) dalam perjalanan dari rumahnya menuju ke lahan pertanian miliknya. Nnamun saat melintas di Bendungan Gustingisor, masuk wilayah Kelurahan Cangkrep Lor RT 2 RW 4 Kec/Kab Purworejo, saksi melihat ada joran pancing, dan sandal jepit, serta senter di tepi bendungan, tapi tidak terlihat pemilik joran pancing tersebut.

“Karena curiga selanjutnya saksi melakukan pengecekan/pemeriksaan di sekitar bendungan dan mendapati ada seorang laki-laki sudah dalam keadaaan tenggelam di dalam bendungan,” ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut, saksi langsung menghubungi  warga untuk selanjutnya secara bersama-sama mengevakuasi  korban. Namun setelah dilakukan evakuasi ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal, selanjutnya korban langsung dibawa ke RSUD dr Tjitrowardojo untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan medis dan disucikan.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD dimungkinkan korban meninggal karena terpeleset dan jatuh ke dalam bendungan, namun tidak segera ditolong sehingga ada air yang terhisap dari mulut dan hidung korban sehingga terjadi obstruksi saluran nafas, sehingga proses pernafasan di paru-paru terhenti,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa di tubuh korban juga tidak ditemukan tanda kekerasan dan keluarga korban sudah menerima atas peristiwa itu, dan selanjutnya jenazah korban dilakukan pemakaman di tempat pemakaman Kelurahan setempat. (P24-Drt)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.