Bencana AlamIklimPemerintahanWisata

Banjir Rob Terjang Saung dan Warung di Pantai Ketawang

401
×

Banjir Rob Terjang Saung dan Warung di Pantai Ketawang

Sebarkan artikel ini
Banjir rob di Pantai Ketawang
Banjir rob di Pantai Ketawang

GRABAG, purworejo24.com – Cuaca buruk yang melanda kawasan pesisir pantai selatan Jawa memicu terjadinya banjir rob.  Air laut masuk ke daratan, hingga menerjang saung dan warung yang ada di pinggir pantai.

Seperti yang terjadi di pantai selatan Purworejo tepatnya di Pantai Ketawang Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Purworejo, Jawa Tengah. Banjir rob mencapai saung-saung dan warung yang ada di tempat tersebut.  Beruntung, kejadian itu tidak sampai menimbulkan kerusakan dan tidak ada pengunjung yang berada di obyek wisata, lantaran obyek wisata ditutup sementara akibat pandemi covid-19.

Camat Grabag, Ahmad Jainudin, saat dikonfirmasi mengungkapkan, banjir rob atau air laut masuk kedaratan terjadi pada rabu (27/5/2020) sekitar pukul 10.00. Naik turun air laut itu sendiri terjadi sekitar 1 jam.

“Alhamdulillah, semua baik-baik saja dan tidak menimbulkan kerusakan,” kata Jainudin.

Banjir rob di pesisir selatan Purworejo
Banjir rob di pesisir selatan Purworejo

Dijelaskan jika air pasang itu tidak hanya terjadi di Pantai Ketawang saja. Tercatat pantai yang terdampak di Kecamatan Grabag adalah Pantai Jetis, Pantai Genjik dan Pantai Kertojayan.

“Cuman yang agak parah karena masuk ke dalam adalah Pantai Ketawangrejo dan Pantai Jetis. Sementara yang lain tidak sampai,” jelas Jainudin.

Ketawang dan Jetis bisa masuk karena kondisi pantai yang lebih landai. Sementara untuk pantai yang lain relatif lebih tinggi tebingnya. Adanya kejadian itu membuat pihaknya meminta agar masyarakat yang tinggal di dekat pantai untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain itu saluran sungai Wawar yang melewati wilayahnya juga meluap.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Edy Purwanto mengaku memang ada pergerakan air laut yang lebih tinggi dibandingkan biasanya. Kondisi ini biasa terjadi jika ada pergantian suhu dengan cepat.

“Setiap kali panas dan tiba-tiba mendung dan hujan memicu pergerakan air laut. Tidak hanya di Purworejo, kejadian ini juga terjadi di beberapa wilayah yang ada di pantai selatan Jawa,” kata Edy.

Dari lapangan sendiri, Edy mengaku belum mendapat laporan. Meski demikian pihaknya terus melakukan pantauan terhadap pergerakan air laut.

“Dari info yang dirilis BMKG, khusus hari ini ada 2 informasi yang masuk. Jadi memang kewaspadaan harus ditingkatkan,” jelas Edy.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.