PURWOREJO, purworejo24.com – Setelah dinyatakan 2 warga Indonesia positif terkena Virus Corona beberapa rumah sakit di beberapa daerah langsung siap siaga terhadap serangan virus tersebut. Tidak terkecuali Rumah sakit Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) Tjitro Wardoyo Purworejo
Kesiapan tersebut disampaikan Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Tjitro Wardoyo Purworejo, dr. Ika Endah Lestariningsih. dr Ika menyampaikan, pihaknya sudah mempersiapkan ruangan khusus jikalau ada pasien yang memang positif terkena Virus.
“Sampai hari ini belum ada (pasien) baik dari puskesmas maupun IGD yang melaporkan pasien yang terindikasi virus Corona,” katanya kepada purworejo24.com.
dr. Ika Endah Lestariningsih Wadis Pelayanan RSUD Tjitrowardojo
Ia menambahkan sebelumnya juga dari RSUD sudah melakukan tindakan preventif dengan mensosialisasikan beberapa hal terkait Virus corona. Sosialisasi dilakukan dari tingkat pemerintahan, Puskesmas hingga ke masyarakat Purworejo.
“Terkait ruangan sudah ada 1 ruang khusus dan ada sekitar 25 an ruang yang siap dialihfungsikan untuk pasien Corona,” katanya.
Pihaknya menambahkan untuk peralatan dalam menangani pasien yang terkena virus tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pasien yang lain. Alat-alat yag digunakan adalah standar operasiona yang susah ada peraturannya.
“Alat-alat itu memang seperti APD biasa, namun memang ada memerlukan seperti mantel khusus, nha ini yang sedang kita persiapkan,” katanya.
Pengadaan alat2 tersebut kata Ika mencapai 50 an unit alat yang saat ini sedang diproses pengadaannya. Alat-alat tersebut diantaranya adalah masker, sarung tangan, sepatu boot, kacamata, mantel dan beberapa alat yag lainnya.
“Pengadaan alat sudah kita lakukan sejak tiga bulan yang lalu, sekitar 8,5 jutaan,” katanya.
Ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap memperhatikan kebersihan, ia mengatakan bahwa virus Corona akan mati dalam waktu kurang dari 1 jam ketika terkena panas matahari. Pencegahan virus juga dapat dilakukan dengan pengolahan makanan dari hewani yang sesuai standart yang ada.
“Yang pokok adalah karena ini bersifat Zoonosis bisa menular dati binatang ke manusia lewat pemasakan dan cara makan yang tidak betul, seperti sebagian masyarakat kita ada yang menkonsumsi Kelelawar, ya harus dimasak sampai matang, karena virus ini sebenarnya mati di udara dan panas marahari,” tandasnya. (P24-Bayu)