EkonomiPemerintahan

Tak Ditempati, 27 Kios dan Los Pasar Baledono Akan Diambil Alih Pemkab

1404
×

Tak Ditempati, 27 Kios dan Los Pasar Baledono Akan Diambil Alih Pemkab

Sebarkan artikel ini
Pasar Baledono Purworejo
Pasar Baledono Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo untuk meramaikan kembali Pasar Baledono yang hingga kini masih sepi, terus dilakukan. Salah satunya, yaitu dengan mengambil alih kepemilikan kios dan los yang selama ini kosong dan tidak ditempati oleh pedagang.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo, Drs Bambang Susilo, dalam acara audiensi bersama dengan perwakilan pedagang Pasar Baledono, di komplek gedung DPRD Purworejo, kamis (6/2/2020).

Turut menemui perwakilan Pedagang Pasar Baledono, diantaranya Ketua DPRD Purworejo, Dion Agasi bersama sejumlah anggota, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, serta sejumlah pejabat lain.

“Keinginan kami datang kesini adalah bagaimana Pasar Baledono itu ramai, kami menawarkan solusi diantaranya semua angkutan melewati pasar Baledono, retribusi sesuai dengan janji DPRD, kami membayar setengahnya hingga sampai pasar ramai, jika pasar sudah ramai berapapun restribusinya akan kami bayar,” kata Ketua Pappas Edy Sugiarto, atau biasa dipanggil Gatot, saat ditemui purworejo24.com.

Perwakilan Pappas Baledono audiensi dengan Anggota DPRD Purworjeo
Perwakilan Pappas Baledono audiensi dengan Anggota DPRD Purworjeo

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Purworejo, Bambang Susilo, mengatakan, sejumlah tuntutan pedagang akan dipenuhi oleh Pemkab. Dinas akan terus melakukan upaya agar pasar Baledono bisa kembali rame seperti sebelum terjadi kebakaran dulu.

“Ada 27 kios dan los yang tidak ditempati, kami telah membuat surat peringatan ketiga kepada para pemilik kios dan los hingga tanggal 17 februari 2020 ini. Jika tidak ditempati maka akan kami ambil alih dan akan lelang kembali kepada pedagang lain yang mau menempati,” kata Bambang saat ditemui purworejo24.com, usai audiensi.

Pengambil alihan kios dan los itu, lanjutnya, dilakukan pemkab dengan tujuan Pasar Baledono menjadi rame, yaitu dengan di fungsikannya seluruh kios dan los pasar untuk berjualan.

“Seperti yang disampaikan para perwakilan Pappas, bagaimana Pasar Baledono itu bisa ramai, selain permintaan Pappas diantaranya agar retribusi diturunkan seperti di tahun 2018, agar semua angkutan di lewatkan depan Pasar Baledono, dan para pedagang yang masih diluar pasar untuk dimasukkan ke dalam pasar, maka akan mewujudkan keinginan para pedagang itu, salah satunya dengan mengfungsikan seluruh kios dan los di Pasar Baledono untuk berdagang,” ungkapnya.

Terkait permintaan Pappas yaitu agar car free day dialihkan di depan Ppasar Baledono, lanjut Bambang, Dinas masih akan meninjau kembali yaitu dengan melihat zonasi yang ada di jalan depan Pasar.

“Agar tidak terjadi tumpang tindih, jika regulasi peraturanya membolehkan maka bisa saja car free day dilaksanakan di sana,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, Bambang Gatot Seno Aji, mengatakan, pihaknya berencana akan mengalihkan semua angkutan untuk melewati depan Pasar Baledono, yaitu dengan melewati pintu Terminal Kongsi sebelah timur dan keluar di pintu sebelah barat atau depan Toko Jodo Purworejo.

“Rencana akan kami alihkan lewat depan Pasar Baledono, namun waktu nya kapan, menunggu sejumlah PKL yang ada di sekitar jalan itu bersih, baru akan kami alihkan,” katanya.(P24-Drt)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.