Purworejo Daerah Rawan Bencana Nomor 1 di Jawa Tengah, Muda Ganesha Tanam Pohon
Sebarkan artikel ini
Bupati berfoto bersama Muda Ganesha usai olah raga dan penanaman pohon di dusun Kaligono.
PURWOREJO, purworejo24.com – Purworejo yang menjadi nomor 1 daerah rawan bencana di Jawa Tengah menjadi keprihatinan sejumlah alumni SMA N 1 Purworejo atau Muda Ganesha. Mereka pun terpanggil dan melakukan penanaman pohon di sekitar tempat Wisata Curug Siklothok di Kecamatan Kaligesing.
Ketua Umum Muda Ganesha mengatakan kondisi geologi eksisting Kabupaten Purworejo terbentuk dari lapukan andesit sehingga apabila tejadi hujan deras 1 atau 2 jam tanah tersebut akan lunak dan sangat lembek sehingga mudah sekali longsor. Apalagi di daerah wisata seperti air terjun (Curug) kebutuhan air harus selalu tercukupi untuk menjaga ekosistem alamnya.
“Kita ingin mempertahankan debit air curug Siklothok ini tetap tinggi, meskipun nanti di musim kemarau. Maka dari itu di wilayah atas kita tanami pohon,” katanya kepada purworejo24.com usai acara pada Sabtu (29/02/2020).
Bupati menanam pohon bersama Muda Ganesha
Kegiatan tanam pohon tersebut diikuti ratusan alumni Muda Ganesha dari berbagai angkatan yang mana mereka menanam ribuan pohon disekitar curug. Ribuan pohon dari berbagai macam jenis telah disiapkan terutama jenis pohon yang dapat menahan tanah longsor dan mampu menjaga kelestarian air diwilayah tersebut.
“Terutama pohon Gayam, karena pohon Gayam lebih bisa menampung air, disamping mencegah tanah longsor juga dapat mencegah kekeringan,” katanya.
Dari Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2018 Kabupaten Purworejo rangking no. 4 setelah Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupayen Majene dan Kota Gunung Sitoli Propinsi Sumatera Utara. Selain itu wilayah Kabupaten Purworejo merupakan daerah pertemuan lempeng (subduction Area) Indo Australia dan lempeng Eurasia yang bergerak terus sekitar 7 centi meter per tahun. Saat terjadi gerakan patahan lempeng (tektonik) yang berpotensi tsunami maka daerah selatan Purworejo sangat besar kemungkinan terkena dampak.
“Oleh karena itu alam di Purworejo ini harus terus dikembangkan dan dipelihara jangan sampai rusak,” katanya.
Sementara itu Bupati Purworejo Agus Bastian yang juga turut hadir dalam kegiaan tersebut mengatakan bahwa Purworejo menjadi Kabupaten yang rawan akan bencana tanah longsor dan kekeringan sehingga bentuk pelestarian lingkungan dengan menanam pohon dapat menjadi solusi terbaik untuk kelestarian lingkungan.
“Upaya kita dalam menanam pohon dalam rangka melestarikan, penghijauan, selain menahan air diatas gunung agar kebutuhan air diwilayah Purworejo dapat terpenuhi, demikian juga penanaman pohon ini juga menahan longsor, Kaligesing ini diantaranya juga daerah yang rawan longsor,” katanya.
Sementara itu Ketua MG Drs Dwi Wahyu Atmaji MPA menjelaskan, kegiatan ini dilakukan guna melestarikan penghijauan yang diharapkan dapat menahan air dan mencegah terjadinya longsor. Dikatakan Atmaji, berbagai kegiatan dilakukan dalam Reuni Akbar tahun 2020 ini. Salah satunya Bakti Sosial yang bermanfaat bagi alumni yang membutuhkan bantuan.
Atmaji berharap, dengan berbagai kegiatan yang dilakukan dalam Reuni Akbar tahun 2020 ini dapat memberikan manfaat bagi Alumni dan masyarakat Kabupaten Purworejo.(P24-Bayu)