HukumPolitikSeni Budaya

Mengaku sebagai Penguasa Sejagat, Ternyata Sang Maharaja Tinggal di Kontrakan

1617
×

Mengaku sebagai Penguasa Sejagat, Ternyata Sang Maharaja Tinggal di Kontrakan

Sebarkan artikel ini
Maharaja Jawa Kanjeng Sinuwun Totok Santosa Hadiningrat didampingi permaisuri Kanjeng Ratu Dyah Gitarja
Maharaja Jawa Kanjeng Sinuwun Totok Santosa Hadiningrat didampingi permaisuri Kanjeng Ratu Dyah Gitarja

PURWOREJO, purworejo24.com – Toto Santoso yang menjadi viral karena mengaku sebagai Maharaja Keraton Agung Sejagat atau World Empire yang berpusat di Desa Pogungrejo, Purworejo, Jawa Tengah, ternyata tinggal di daerah Sleman, Yogyakarta. Toto tinggal di sebuah rumah kontrakan di Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean.

Setelah ditekusuri Rabu (15/1/2020), sebenarnya Toto sudah dua tahun tinggal di rumah kontrakan di RT 05 RW 04, Dusun Berjo Kulon, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. Di rumah kontrakan itu Toto tinggal bersama keluarganya dan beberapa orang pengikutnya.

Disampaikan oleh tetangga Toto yang tidak mau disebutkan namanya, dia (Toto) sudah sejak pertengahan 2017 tinggal di rumah tersebut. Toto diketahui telah menyewa rumah kontrakan itu selama empat tahun ke depan.

“Pemilik kontrakan itu kebetulan Budhe saya. Pak Toto sudah tinggal lebih kurang sekitar dua tahun di kontrakan tersebut,” katanya.

Rumah kontrakan Toto di RT 05 RW 04, Dusun Berjo Kulon, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman.
Rumah kontrakan Toto di RT 05 RW 04, Dusun Berjo Kulon, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman.

Tetangga Toto itu juga menyampaikan, bahwa Toto kerap berada di rumah kontrakan itu. Dia hanya keluar jika ada kegiatan saja dan jarang bergaul dengan tetangga.

“Toto sering mainan laptop. Kadang dari pagi sampai sore di gazebo itu, dia (Toto) di depan laptop terus,” katanya.

Tetangga lainnya yang rumahnya tidak jauh dari kontrakan toto yang akrab dipanggil Bejret, mengungkapkan, beberapa pengikut dia (Toto) kerap datang ke rumah kontrakan tersebut bahkan sampai larut malam.

“Banyak pengikutnya yang sering datang. Kadang pagi sampai malam. Yang datang, usia tua-tua sampai anak muda, dan perempuan juga ada”, katanya.

Ia menambahkan bahwa di rumah kontrakan itu jarang ada kegiatan yang bersifat keramaian. Bejret menduga kegiatan Toto memang dipusatkan di Purworejo.

“Kalau di sini belum pernah ada kegiatan kayak yang di Purworejo. Tapi memang kalau sebelum ke Purworejo biasanya pengikut Pak Toto ke sini dulu untuk dandan dan pakai seragam terus baru berangkat bareng-bareng,” tandasnya. (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.