EkonomiPemerintahan

Kementerian Koperasi dan UKM Siap Angkat Produk Cangkul Lokal

547
×

Kementerian Koperasi dan UKM Siap Angkat Produk Cangkul Lokal

Sebarkan artikel ini
Victoria BR Simanungkalit Deputi Produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan UMKM berdialog dengan Kepala Desa Kalisemo
Victoria BR Simanungkalit Deputi Produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan UMKM berdialog dengan Kepala Desa Kalisemo

PURWOREJO, purworejo24.com – Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) produk Cangkul di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah tetap bertahan walau kondisinya memburuk akibat maraknya impor cangkul dari luar negeri. Para perajin pun banyak yang mengeluh akibat rendahnya permintaan pasar.

Salah satu sentra produksi Cangkul di Kabupaten Purworejo adalah di Dusun Krandegan Desa Kalisemo Kecamatan Loano. Di dusun tersebut yang mulanya ada belasan kelompok pengrajin cangkul yang sudah puluhan tahun, hari ini tinggal 8 kelompok pengrajin saja yang masih bertahan. Banyaknya pengrajin yang gulung tikar tersebut tidak hanya akibat maraknya cangkul impor melainkan animo dari masyarakat sendiri atas cangkul yang sudah mulai menurun.

Kepala Desa Kalisemo, Sarimo mengungkapkan, selain akibat banyaknya impor cangkul dan minat masyarakat yang menurun, harga bahan baku yang digunakan pun seperti besi, arang dan baja semakin hari semakin naik sehinga ongkos produksi cangkul semakin bertambah.

”Keuntungannya sangat menipis modalnya saja besi sudah mahal, arangnya saja habis 100 ribu besinya habis 300 ribu tenaganya 50 kali 5 paling hasilnya 750 tiap hari jadi sisanya paling gak ada 100 ribu tiap hari” katanya saat ditemui purworejo24.com usai acara kunjungan dari Kementerian Koperasi dan UMKM pada (07/01/2020)

Pihaknya mengaku para perajin satu bulan hanya dapat bekerja selama 15 hari karena produksi banyak cangkul yang mereka buat tidak terserap oleh pasar.

”Tidak full satu bulan, kita hanya kalah saing di harga saja dengan produk impor. Kalau kualitas saya jamin lebih baik buatan warga di desa saya,”katanya.

Ia berharap dengan kedatangan Kementerian Koperasi dan UMKM ke Purworejo yang diwakili oleh Victoria BR Simanungkalit, Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UMKM akan mampu mengangkat produksi cangkul lokal.

Sementara itu, Victoria mengatakan pihaknya sudah membahas persoalan ini dan akan menindak lanjuti dengan BUMN dan dinas terkait yang ada di daerah.

“Kita sudah menjajaki kerjasama dengan Krakatau Steel untuk kerjasama sebagai pemasok bahan baku dari cangkul lokal,” katanya.

Peresmian Pasar Rakyat Brunorejo
Peresmian Pasar Rakyat Brunorejo

Tidak hanya itu kementerian juga berupaya sedikit demi sedikit mengurangi impor cangkul. Sepanjang tahun 2009 hingga tahun 2019, Kementreian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) setidaknya sudah membangun 3 pasar rakyat di Kabupaten Purworejo. Hal ini dilakukan untuk membangkitkan ekonomi kecil dan menengah.

“Harapannya, jualan barang-barang produk lokal jangan mendatangkan dari luar daerah, apalagi dari luar negeri,” lanjut Victoria.

Kedatangan Victoria BR Simanungkalit di Purworejo juga dalam rangka meresmikan Pasar Rakyat Brunorejo, Kecamatan Bruno. Pasar Rakyat Brunorejo tersebut dibangun menggunakan dana APBN tugas perbantuan Kementrian sebesar Rp 950 juta dan Dana Desa Brunorejo sebesar Rp 343.408.000. Bagian depan pasar berbentuk ruko, tengah berbentuk los sedangkan bagian paling belakang belum direnovasi. (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.